Bus Listrik di Kota Surabaya Berhenti Beroperasi
MERAHPUTIH I SURABAYA - Bus listrik bantuan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI yang sebelumnya dipakai sebagai transportasi dalam pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali berhenti beroperasi di Kota Surabaya sejak awal Januari 2023.
Kasi Angkutan Jalan dan Penumpang Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya Ali Mustofa saat dikonfirmasi membenarkan bahwa bus listrik tersebut belum beroperasi hingga Selasa (3/1).
Ali menjelaskan, belum beroperasinya bus tersebut karena terkendala kontrak yang dapat disebut habis pada 2022. Karena itu, perlu ada kontrak baru untuk melanjutkan pengoperasian pada 2023.
’’Penandatanganan kontrak antara Kemenhub dan operator untuk 2023 belum dilakukan. Jadi belum beroperasi,’’ kata Ali, Rabu (4/1).
Ditanya pelaksanaan penandatanganan kontrak lanjutan, Ali belum dapat memastikan lebih lanjut.
’’Mudah-mudahan bisa cepat, nggih,’’ sambungnya.
Terkait kontrak tersebut, pihaknya juga belum mendapatkan informasi terbaru. Terlebih tentang kepastian waktu agar bus dapat beroperasi kembali.
Meski begitu, pihaknya memanfaatkan waktu untuk terus menyosialisasikan perkembangan transportasi publik kepada semua pihak. Termasuk dengan pengemudi angkot yang beririsan dengan transportasi tersebut.
Perlu diketahui, sebelum resmi diluncurkan, bus listrik itu sudah beroperasi dan menerapkan tarif mulai 20 Desember 2022 lalu dalam rangka uji coba. Kapasitas bus ini sebanyak 28 penumpang, dan akan berhenti di 62 titik. Sedangkan pembayarannya cashless atau non tunai yang menggunakan uang elektronik dan QRIS. Tarifnya Rp 6.200 atau gratis bagi veteran, lansia, dan pelajar. (red)
Editor : prass prasetyo
Harian Merah Putih