Jamhadi: Bela Produk Lokal Jadi Trigger Economi
MERAHPUTIH | SURABAYA - Dampak pandemi Virus Corona atau Covid-19 semakin berimbas di sektor ekonomi. Sementara Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun ini di level 2,0% saja.
Ketidakpastian itu, menyusul meluasnya penyebaran Covid-19 baik di dalam negeri maupun luar negeri. CEO Tata Bumi Raya, Dr. Ir.Jamhadi, MBA menilai perlu kesetiakawanan dan loyalitas, sebagai salah satu cara agar perekonomian Indonesia bisa bertahan. Yakni dengan cara semua lapisan masyarakat bahu membahu untuk penyangga sebagai recovery ekonomi.
”Langkah kecil yang bisa dilakukan siapa saja yaitu dengan patriotitas Bela dan Beli Produk lokal UMKM. Langkah ini sangat membantu masyarakat yang nantinya juga berimbas pada ketahanan ekonomi negara,” jelasnya, Rabu (29/4).
Langkah lain yaitu, industri juga harus fokus memasok kebutuhan konsumsi dalam negeri. Termasuk makanan minuman (mamin) bisa menggunakan bahan baku lokal. “Di pasar digital, banyaknya unicorn di Indonesia turut mendukung digital economic termasuk delivery system. Ini bagus sekali untuk diterapkan,” imbuh Jamhadi.
Masih kata Jamhadi yang juga Ketua Dewan Pengawas PDIM (Perkumpulan Doktor Indonesia Maju) ini, Pemerintah harus mengambil berbagai langkah tepat. "Seperti sektor UMKM sudah menikmati delay payment hingga 6 bulan untuk perpajakan," tandasnya.
Lebih dari itu, dirinya mengingatkan ada banyak stimulus ekonomi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) seperti BLT, pembebasan tarif listrik. Tentu bisa menjadi trigger economi.
Ketum APVOKASI Jatim ini juga berharap pelaku usaha besar juga ikut ambil bagian lebih banyak dalam menjaga stabilitas lingkungan perekonomian. Momentum juga bagi perbankan memberlakukan interest rate yang reasonable sekitar 7% hingga beberapa tahun ke depan. "Sehingga, ekonomi ritel nyata ini akan bergerak," sarannya.
Untuk business scale sector industry, sesuai catatanya, saat ekonomi normal dalam kelompok besar hanya 0,14% dimana skala menengah hanya 2,4%, sedangkan 97% lebih adalah skala UMKM.
Terkait wabah yang kemungkinan belum akan usai, Jamhadi mengatakan sektor medis dan industri pertanian harus lebih digiatkan. Mengingat kedua hal ini menjadi penopang utama di saat pandemi tersebut.
"Perusahaan-perusahaan harus siapkan business plan jangka pendek menengah dan panjang. Agar mampu bertahan dan gairah lagi pasca pendemi nanti," pungkas pria yang juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Kedaulatan Pangan Nusantara (YKPN) Jatim tersebut.(ton/tji)
Editor : Tudji Martudji
Harian Merah Putih