Wagub Emil Terima Dirut KAI, Ini yang Dibahas

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menerima audiensi Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Didiek Hartantyo di Gedung Grahadi, Selasa, (02/05/2023).
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menerima audiensi Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Didiek Hartantyo di Gedung Grahadi, Selasa, (02/05/2023).

MERAHPUTIH I SURABAYA - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menerima audiensi Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Didiek Hartantyo di Gedung Grahadi, Selasa, (02/05/2023).

Wagub Jatim berterima kasih kepada Dirut KAI yang memberikan waktunya untuk berdiskusi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur

“ini amanah langsung dari bu Gubernur yang sayangnya harus menghadiri agenda lain yang bersamaan sehingga kami ditugasi untuk menerima Dirut KAI beserta jajaran,” ujar Emil

Wagub Emil menyamampaikan bahwa diskusinya dengan Dirut KAI membahas wilayah Jatim yang sudah banyak yang terjangkau kereta dan banyak ruang untuk pengembangan.

“mulai dari proyek peningkatan kapasitas kereta di Surabaya Raya serta khususunya yang paling mendesak tadi adalah terkait proyek yang disebut Surabaya Regional Railway Line (SRRL),” ungkap Emil

“jadi kereta regional Surabaya ini masuk di Perpres 80 Tahun 2019 dan akan didanai dengan pendanaan dari pusat dengan melibatkan pendanaan dari KFW juga dibawah program Green Infrastructure Initiative (GII),” lanjutnya

Emil mengatakan jika sudah menyamakan menyamakan frekuensi mengenai proyek tersebut dan berharap bisa mendapatkan kejelasan terkait timeline nya.

“karena sudah ada beberapa solusi terhadap permsalahan dilapangan,” ujar Emil 

Wagub Emil juga mengapresiasi inisiatif kementrian Perhubungan untuk mengikutsertakan penanganan persimpangan pada proyek SRRL. Menurutnya menambah frekuensi tanpa menangani persimpangan sebidang sangatlah tidak mungkin. 

“solusinya ada beberapa pembenahan misalnya flyover atau underpass dan juga tentunya beberapa flyover atau underpass yang sudah ditangani beberapa mungkin harus disesuaikan atau mungkin ditiadakan beberapa persimpangan sebidang,” kata Emil. 

Mantan Bupati Trenggalek itu berharap proyek tersebut bisa berjalan lancar dengan peran aktif dari PT KAI, Bappenas, Kementrian Perhubungan, Pemkot Surabaya, serta Pemkab Sidoarjo. 

Selain membahas mengenai potensi besar Surabaya-Malang, Wagub Emil juga membahas peningkatan Solo-Jogja juga memicu peningkatan traffic lalu-lintasnya sangat terasa sangat signifikan bagi Jatim

“nah kita juga membahas menyambut ide mas Walikota Gibran saat saya bertemu dengan mas Wali terkait konektivitas kereta Solo-Madiun yang bisa lebih intensif sehingga bisa ada kereta khusus yang lebih nyaman lagi,” ungkap Emil

Emil juga menyampaikan idenya untuk mempercantik Jalan A.Yani telah disambut baik oleh Walikota Surabaya Eri Cahyadi

“kemungkinan kita melakukan percantikan landscape atau tanaman di area sekitar rel yang berada di A. Yani sejak turun dari Jembatan Wonokromo sampai mungkin ke Waru sehingga bisa meningkatkan estetika dari dari Jalan Protokol utama Surabaya,” ungkapnya. 

Berikutnya Wagub Emil mengucapkan selamat kepada Dirut KAI atas lancarnya angkutan lebaran yang kapasitasnya meningkat 28 persen dibandingkan tahun lalu

“ini layanan yang tentunya sangat membahagiakan warga dan mudah-mudahan terus menjadi semangat bagi kita semua,” ujar Emil

Sementara itu, Dirut KAI Didiek Hartantyo berterima kasih kepada Wagub Emil untuk pembahasan mengenai proyek kereta api yang ada di wilayah Jawa Timur

“memang kedepan pembangunan infastruktur yang berbasis rel harus kita kembangkan dan transportasi kedepan adalah transportasi kereta api,” ujar Didiek

Dirut KAI menyampaikan bahwa pengembangan railway dari Jogja-Solo dan sebaliknya dengan eletktrifikasi dengan double track memiliki dampak ekonomi yang tinggi.

“jadi pada awalnya hanya 3.000 sampai 4.000 penumpang sehari, sekarang rata-rata sudah 15.000 bahkan di masa-masa lebaran itu bisa 5.000 atau bisa 9.000 dalam satu hari,” ungkap Didiek

“nah artinya pembangunan jalur kelistrikan rel ini membangun perekonomian membangkitkan daerah-daerah untuk bertumbuh,” lanjutnya. (red) 

 

Editor : prass prasetyo