Akui Lakukan Pelecehan Seksual, Kadis P3A Maluku: Mohon Maaf Saya Khilaf
MERAHPUTIH| MALUKU- Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Provinsi Maluku, David Katayane, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Maluku, khususnya terhadap salah satu korban yang merupakan pegawainya di kantor, atas dugaan pelecehan seksual yang dilakukannya.
"Saya akui, saya menyesal, saya khilaf, saya minta maaf kepada semua masyarakat Maluku, khususnya kepada korban dan keluarganya.
Sambil sesekali menahan tangis-nya yang penuh penyesalan David melanjutkan "selaku pimpinan, tidak seharus-nya saya melakukan hal-hal seperti itu," ungkapnya saat dikonfirmasi Senin, (17/7/2023).
Dia menceritakan, awalnya dirinya memanggil korban untuk datang menghadap ke ruang kerjanya dalam hal urusan pekerjaan. Ketika korban sudah berada di ruang kerjanya, David spontan mengeluh ‘drop alias meriang’.
Korban, kata David, kemudian menawarkan beberapa tukang pijat, namun ia menolaknya dan mengatakan bahwa dirinya lebih suka dipijat oleh orang-orang terdekat.
"Lalu dia (korban) pijat saya dari belakang tanpa ada unsur paksaan dan sementara dipijat, saya angkat tangan dan tidak sengaja mungkin menyentuh dadanya. Jujur, semuanya mengalir apa adanya tanpa ada rencana atau disengaja seperti yang diberitakan," tuturnya.
David juga mengaku tidak menyangka insiden tersebut bakal dipermasalahkan oleh korban.
Sebab, pada kesempatan hari berikutnya, korban juga sempat memijat Pundak David tanpa ada unsur paksaan.
"Padahal, sebelum korban melapor atau setelah kejadian pijat itu, hubungan saya dan korban baik-baik saja, kita sempat ketemu saling bertegur sapa, tiba-tiba laporan sudah masuk dan saya kaget," katanya.
Dia menjelaskan, laporan korban ke sekretaris daerah (sekda) Maluku, Sadali Ie, kini sudah ditindaklanjuti. Dimana, dirinya bersama korban telah diperiksa oleh tim pemeriksa internal Provinsi Maluku.
"Saya dan korban sudah dipanggil dan diperiksa oleh tim pemeriksa internal sejak Jumat, Sabtu dan hari ini (Senin). prinsipnya, saya akui semua kesalahan saya," jelas David.
"Kita manusia ini tidak pernah tahu kapan hari nahas (sial) terjadi. Mungkin ini adalah nasib sial saya dan mungkin saya banyak kesalahan dan Tuhan menegur saya melalui peristiwa ini. Selaku manusia biasa, saya anggap peristiwa ini ada hikmahnya untuk saya," imbuhnya.
Selain mengakui kesalahannya, David mengaku telah berusaha untuk mencoba menghubungi korban. Bahkan, istri David juga sudah mencoba melakukan mediasi dengan cara menguhubungi korban agar masalah tersebut dapat dibicarakan dan diselesaikan baik-baik atau secara kekeluargaan.
"Tapi sepertinya korban menghindar. Jujur, dengan adanya peristiwa ini, saya dan semua keluarga saya, khususnya istri dan anak saya, semuanya sangat merasa malu, saya hanya bisa pasrah dengan kejadian ini," pungkasnya.
Seperti diketahui pemerintah Provinsi Maluku telah melakukan pemeriksaan melalui tim penegakan disiplin (TPD) menyikapi kasus pelecehan seksual yang dilakukan kepala dinas pemberdayaan perempuan dan anak Provinsi Maluku, David Katayane terhadap HR staf di dinas tersebut.
“Pemerintah provinsi telah lakukan Pemeriksaan, Berdasarkan laporan, nanti hasilnya akan kami sampaikan,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Sadali Ie kepada wartawan, Senin (17/7/2023) di Ambon.
Dikatakan, pihaknya mendukung proses penegakan hukum yang dilakukan aparat penegak hukum. Namun dari sisi penegakan disiplin ASN, pihaknya telah mengambil langkah dengan melakukan pemeriksaan terhadap pelanggaran disiplin.
Sadali menegaskan, pihaknya akan berjalan berdasarkan aturan.
“Sanksinya tetap ada tergantung seberapa besar pelanggaran yang dilakukan. Namun sanksi administrasi tetap akan dilakukan,” Pungkasnya. (boy)
Editor : Eko Yudiono
Harian Merah Putih