Sesban BPSDM Perhubungan Tekankan VUCA saat Beri Kuliah Umum Taruna Taruni di Poltekbang Surabaya
MERAHPUTIH I SURABAYA: Politeknik Penerbangan (Poltekbang Surabaya) kembali menggelar kuliah umum untuk para taruna/taruni. Kali ini mendatangkan narasumber Sekretaris Badan (Sesban) Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan Kementerian Perhubungan Capt Wisnu Handoko yang membawakan kuliah umum bertema ‘Strategi Pengelolaan Diklat Vokasi Transportasi melalui BPSDM Perhubungan Next Go’.
Capt Wisnu membuka kuliah umum dengan semangat yang disambut antusias oleh sebanyak 500 taruna/taruni di Gedung Serba Guna Poltekbang Surabaya, Jumat (21/07/2023). Ia menjelaskan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) lewat BPSDM Perhubungan dalam mendidik taruna/taruni yang tergabung dalam sekolah perhubungan (darat, laut, udara) punya visi PRESTASI.
PRESTASI mengandung makna Profesional, Etika, Standar Global dan Integritas merupakan kristalisasi dari keinginan BPSDM Perhubungan untuk menghasilkan output berupa SDM transportasi yang unggul dan berdaya saing global.
“Visi Prestasi ini dari waktu ke waktu harus diingetin terus ke taruna/taruni, dosen juga manajemen di sekolah-sekolah perhubungan kita supaya di setiap pengajaran dan pengasuhan semua harus mengedepankan PRESTASI,” ujar Capt Wisnu.
Tak hanya itu, Capt Wisnu juga memberikan pemahaman tentang saat ini kita hidup di era VUCA. VUCA menggambarkan kondisi dinamis dari perubahan yang terjadi di dunia global.
“V Volatility adalah ketidakpastian. Banyak sekali perubahan yang dulu kita pikir enggak ada sekarang terjadi, seperti teknologi, penyakit. Kayak Covid-19 kan dulu tidak berpikir akan ada penyakit itu, tapi ternyata terjadi dan ada. Kemudian U Uncertainty ketidakpastian. Banyak sekali persaingan global menyebabkan ketidakpastian dalam perekonomian. C Complexity semuanya serba kompleks permasalahan. A Ambiguity itu membingungkan. Kondisi seperti itu kan bahasanya tidak enak makanya harus kita ubah,” papar Sesban BPSDM Perhubungan yang baru menjabat ini.
VUCA diubah menjadi bahasa dan pemahaman yang lebih baik, lanjut Capt Wisnu, ini penting untuk menjadikan lulusan taruna/taruni punya bekal yang cukup dalam memasuki dunia kerja dan terjun langsung ke masyarakat.
“V nya menjadi Vision. Sharing vision, generasi muda harus kita bimbing dengan visi yang jelas. U menjadi Understanding pemahaman. Ilmu harus ditambah, sering-sering sharing dengan orang lain dan berkolaborasi. C Clarity kejelasan, menyampaikan harus jelas cara komunikasi harus bagus. A jadi Aguility kelincahan, termasuk lincah beradaptasi, lulusan taruna/taruni kita diharapkan seperti itu,” pesannya.
Pihaknya berharap para taruna/taruni yang saat ini mengenyam pendidikan di Poltekbang Surabaya agar bisa mendapatkan cara pengasuhan dan pendidikan yang baik dan benar sehingga menjadi generasi yang unggul. Maka hal yang harus dihindari yakni dengan tidak menggunakan cara kekerasan.
“Kita mau menghasilkan regenerasi pemimpin-pemimpin yang baru. Pemimpin yang disukai masyarakat adalah pemimpin yang humble, yang bisa tutun ke bawah, bukan yang arogan, enggak suka flexing. Nah itu enggak bisa tercipta kalau budaya kekerasan itu ada. Kekerasan itu kan arogan, kesemena-menaan, tidak menghargai orang lain. Padahal justru sebaliknya, jika jadi pemimpin harus menghargai pengguna jasa transportasi,” imbuh Capt Wisnu.
Pihaknya juga berkomitmen akan terus mendengungkan dan meminta sekolah-sekolah perhubungan di bawah naungan Kemenhub untuk tidak menggunakan cara kekerasan. Karena hal tersebut tidak membawa manfaat apapun kepada taruna/taruni, justru malah merugikan.
“Jangan terjebak dengan cara-cara kekerasan. Kedisiplinan tidak harus dengan kekerasan. Ini yang akan terus kita sosialisasikan ke seluruh sekolah-sekolah perhubungan kita (Kemenhub). Saya lihat tadi taruna/taruni sudah paham dan tinggal implementasinya,” tutupnya.
Ditambahkan Direktur Poltekbang Surabaya Agus Pramuka, pihaknya mengaku bangga Sesban BPSDM Perhubungan memberikan kuliah umum dihadapan taruna/taruni Poltekbang Surabaya. Hal ini juga dalam rangka menjaga kualitas SDM calon-calon lulusan taruna/taruni agar siap menghadapi dunia kerja.
“SDM kita harus adaptif, siap menghadapi tantangan ke depan yang luar biasa berat namu harus dihadapi. Maka kuliah umum seperti ini sangat bermanfaat untuk para taruna/taruni kita. Dan melihat para taruna/taruni kita, tampaknya humanis, baik semua. Mudah-mudahan tidak ada praktik kekerasan di kampus kami (Poltekbang Surabaya). Kami manajemen, pengasuh terus mengingatkan kepada taruna/taruni kita agar bersikap dewasa dan menghindari cara-cara kekerasan. Kampus kita bukan militer, kita menegakkan disiplin tapi tidak memakan cara kekerasan,” tandas Agus. (red)
Editor : prass prasetyo
Harian Merah Putih