Keluarga Karyawan Pabrik Sampoerna Harus Diperhatikan Juga Dong!

Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya Arif Fathoni . (foto:ris/hmp)
Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya Arif Fathoni . (foto:ris/hmp)

MERAHPUTIH|SURABAYA - Dua orang karyawan dari PT. HM Sampoerna, Rungkut, Surabaya meninggal dunia pada tanggal 14 April 2020, karena terpapar Virus Corona.
Akibatnya, ratusan karyawan harus melakukan Rapid Tes dan Swab. Dan pabrik rokok Sampoerna harus tutup tidak beroperasi.

Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya Arif Fathoni menilai, peristiwa di pabrik Sampoerna, Rungkut, Surabaya adalah klaster baru. Namun perusahaan rokok itu mempunyai etikad baik, dengan melakukan karantina mandiri, untuk karyawan di hotel yang di fasilitasi oleh perusahaan.

"Ya benar perusahaan sudah punya inisiatif melakukan karantina mandiri bagi karyawan mereka. Namun perusahaan harus ingat, keluarga dari karyawan pun juga harus diperhatikan jangan cuma karyawan saja," kata Arif Fathoni, Sabtu (2/5).

Kejadian ini menurut Arif Fathoni, Pemerintah harus melakukan stracing secara serius, upaya preventif dijalankan. Stracing dijalankan secara serius biar diketahui karyawan Sampoerna pernah interaksi dengan siapa saja. Biar, pemerintah punya data yang cukup untuk melakukan tindakan medis.

Ketua Fraksi Golkar Surabaya ini menambahkan, Bahwa Pemerintah Kota Surabaya, baru saja mendapatkan bantuan PCR sebanyak 4 ribu unit. Nantinya bisa digunakan untuk dilakukan tes kepada masyarakat orang - orang sekitar pabrik rokok Sampoerna, yang selama ini interaksi dengan karyawan yang diduga positif Corona.
"Termasuk warga kampung, sehingga masyarakat Rungkut bisa lega," ujar Toni. ( ris)

 

Editor : Lasiono