Dituduh Lambat Tangani Corona di Sampoerna, Begini Bantahan Pemkot Surabaya
MERAHPUTIH|SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membantah pernyataan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, yang mengatakan bahwa Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya lamban, untuk memberikan informasi terkait kematian 2 karyawan PT HM Sampoerna yang positif Covid-19.
"Setelah peristiwa itu kami (dinkes) meminta PT Sampoerna segera melakukan rapid test, dan langsung isolasi terhadap seluruh karyawan PT Sampoerna yang berjumlah sekitar 506 karyawan," ungkap, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Febria Rachmanita, saat menggelar jumpa pers, Sabtu (2/5).
Dia menjelaskan, setelah mengetahui bahwa ada salah satu karyawan PT HM Sampoerna terjangkit Covid-19, Pemkot langsung bergerak cepat untuk melakukan pendataan di Puskesmas, yang melakukan tracing baik yang Orang Tanpa Gejala (OTG) dan Orang Dalam Pantauan (ODP).
"Jadi dari hasil itu kita dapat dari sekitar 506 orang karyawan yang kita rapid, ada 123 karyawan yang positif rapid. Akhirnya dari hasil itu kami meminta perusahaan PT Sampoerna melakukan Swab Test," jelasnya.
Febria Rachmanita yang akrab disapa Feni itu mengungkapkan, saat ini PT HM Sampoerna sudah melakukan swab test terhadap 48 karyawanya, dari hasil itu diadapat 30 karyawan hasilnya positif Covid-19 dan sisanya 18 karyawan dinyatakan negatif. Sedangkan sisanya 75 masih belum dilakukan swab test.
"Jadi tidak benar kalau kita dikatakan terlambat dalam hal untuk menangani Covid-19. Kami juga selalu melakukan pendataan ke setiap rumah sakit dan untuk karyawan sampoerna yang positif sudah kami fasilitasi tempat tinggal," pungkasnya. (Gun)
Editor : Lasiono
Harian Merah Putih