Di Jatim, Pasien Covid-19 Hari Ini Tambah 6, Jadi 1.037
MERAHPUTIH | SURABAYA - Ini perkembangan penanganan Covid-19 di Jawa Timur, update terbaru pasien Covid-19 tambah 6, yang sebelumnya 1.031 kini menjadi 1.037. Sementara, untuk pasien terkonfirmasi negatif atau sembuh juga 6 orang. Satu orang dari Jombang, 2 dari Kabupaten Malang dan 3 dari Surabaya. Hari ini pasien yang sembuh tercatat ada 171 atau setara 16,49 persen. Pasien yang meninggal ada 7. masing-masing satu orang dari Gresik dan Lumajang, serta 5 orang dari Surabaya. Total, yang meninggal hingga hari ini ada 112 pasien atau setara 10, 80 persen.
"Pasien PDP dari angka 3.131 naik menjadi 3.250. Untuk pasien OPD dari angka 19.304 naik menjadi 19.767," urai Gubernur Jawa Timur Khofifah dalam paparannya di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (2/5).
Disebutkan, untuk 6 kasus tambahan baru masing-masing 1 berasal dari Lumajang, Ponorogo, Jombang, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Malang dan Sidoarjo.
Paket Sembako untuk Warga Pulau Kecil di Sumenep
Sementara, untuk pendistribusian bantuan bagi masyarakat terdampak Covid-19, disampaikan pagi tadi (2/5) dengan diangkut KRI Teluk Ende 517, bantuan dari Pemprov Jatim telah di tiba di tujuan. Proses pengangkutannya bekerjasama dengan Komando Armada II. Sebanyak 4 ribu paket sembako dan sejumlah peralatan
medis ke Pulau Raas, Pulau Kangean, dan Pulau Sapekan di Sumenep, Madura.
Bantuan tersebut dikirim menggunakan Kapal Perang KRI Teluk Ende-517 diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kamis malam (30/4), dengan waktu 17 jam. Paket sembako itu berisi beras, gula, telur, mi instan, keripik, roti, dan kecap. Serta peralatan medis yakni alat pelindung diri (APD), rapid test, thermal gun, face shield, masker medis, dan sarung tangan. Pemprov Jatim juga menyertakan bantuan untuk kecamatan berupa hand sanitizer, alkohol, sprayer, desinfektan, dan masker. "Tadi pagi, bantuan tiba ditujuan dan dibagikan ke masyarakat," ucap Gubernur.
Paket Sembako untuk Mahasiswa Perantau di Malang
Bantuan lainnya juga diberikan kepada mahasiswa perantau yang terdampak Covid-19, di Kota Malang. Meraka adalah para mahasiswa perantauan yang tidak bisa kembali ke daerah asal, lantaran selain imbauan pemerintah agar tak mudik, juga dipastikan untuk menghindari resiko penyebaran vuris mematikan itu. Melihat kondisi tersebut, Pemprov Jatim melakukan langkah konkrit yakni memberikan bantuan 350 paket sembako kepada para mahasiswa perantau di wilayah Kota Malang.
Bantuan paket sembako ini antara lain berisi 5 kg beras, 1 kg gula pasir, telur, mie instan, kecap manis, serta sepaket tas yang berisi hand sanitizer, masker dan vitamin C. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak secara simbolis kepada beberapa mahasiswa perantauan di Kota Malang, di Gedung Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Malang, Sabtu(2/5).
Selanjutnya, bantuan tersebut akan diantarkan ke 35 titik asrama mahasiswa di Kota Malang. Didampingi Wakil Walikota Malang Sofyan Edi Jarwoko, dan Kepala Bakorwil Malang Sjaichul Gulam, Wagub Jatim yang akrab disapa Emil itu menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan Pemprov Jatim merupakan bentuk kepedulian untuk menegakkan rasa kebersamaan dan gotong royong.
"Saya rasa kami datang bukan karena teman-teman mahasiswa utamanya yang
bukan KTP Jatim yang meminta, tapi lebih pada kewajiban kita untuk saling tolong
menolong. Terlebih, memang tugas kamilah untuk menjaga adik-adik mahasiswa
sebagai aset masa depan bangsa," ungkap Emil.
Emil menyebut, kegiatan itu sesuai instruksi Gubernur Jatim Khofifah Indar
Parawansa. Selain sebagai semangat tolong menolong yang dikedepankan, pihaknya juga bertugas memastikan
mahasiswa bisa tetap fokus pada proses belajarnya. Sehingga, akan muncul inovasi-inovasi teknologi yang bisa dimanfaatkan di tengah keterbatasan pergerakan akibat Covid-19.
"Jadi saya pikir teman-teman mahasiswa yang tergabung dalam organisasi
misalnya KNPI, bisa ikut berjuang melawan Covid-19 dengan menciptakan berbagai
inovasi teknologi yang bisa dimanfaatkan berbagai lapisan masyarakat," urai Emil. (*)
Editor : Tudji Martudji
Harian Merah Putih