Selama PSBB, Stok Darah di Surabaya Menipis
MERAHPUTIH | SURABAYA - Selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), perhari ini Senin (4/5) jumlah pendonor darah di Unit Transfusi Darah (UTD) Surabaya menurun. Target harian untuk jumlah pendonor sulit dicapai. Untuk hari Minggu (3/5) data yang termonitor hanya ada 142 pendonor dari traget harian sebanyak 400 pendonor.
Sementara, berbeda dengan Surabaya, Pemprov Jawa Timur tanggap dan langsung bergerak untuk memenuhi ketersediaan darah. Saat itu, Pemprov Jawa Timur pernah melakukan terobosan mengajak ASN di lingkungannya untuk melakukan donor darah dengan sukarela. Misalnya, yang digelar di Gedung Negara Grahadi di Surabaya. Aksi itu dilakukan guna mengatasi turunnya stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Jatim, selama wabah Covid-19.
Para ASN dan pejabat di lingkungan Provinsi Jatim secara bergiliran dan sukarela melakukan donor darah usai melakukan kegiatan tugasnya. Saat itu, satu unit mobil PMI keliling tampak standby melayani para ASN Pemprov Jatim yang ingin mendonorkan darahnya. Selain Gubernur Khofifah, Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak serta para kepala OPD turut mendonorkan darah.
"Kita standby-kan mobil PMI ini di Grahadi, langkah ini merupakan hasil dari silaturahmi kami dengan PMI Jawa Timur pada Sabtu (4/4/2020) lalu, untuk memenuhi jumlah pendonor darah hingga 60 persen selama pandemi Covid-19," kata Khofifah, saat itu.
Langkah kepedulian itu bukan hanya di kalangan ASN. Melainkan juga diikuti kalangan TNI dan Polri di Jatim. Setiap hari baik TNI AU, AD dan AL sukarela mendonorkan darah, hingga seratus kantong darah per hari.
Sempat disebutkan, dalam sehari ada sebanyak 25 kantong darah yang diperoleh PMI dari para pejabat di lingkungan Pemprov Jawa Timur. (zul/tji)
Editor : Tudji Martudji
Harian Merah Putih