Tim Tracing Covid-19 Telusuri Hasil Tes Mandiri Karyawan Sampoerna
MERAHPUTIH | SURABAYA - Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jawa Timur masih terus menelusuri dan mencari hasil tes swab mandiri yang pernah dilakukan oleh karyawan pabrik rokok PT HM Sampoerna beberapa waktu lalu. Jika (hasil tes) itu didapat, Rumpun Tracing penanganan Covid-19 khususnya di pabrik rokok itu akan dapat dengan mudah melakukan tracing, termasuk mencari kemungkinan adanya karyawan lainnya yang terpapar.
Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jawa Timur dr Kohar Hari Santoso, mengakui hingga hari ini pihaknya masih menelusuri hasil swab mandiri tersebut. Yakni, bekerjasama dengan pihak rumah sakit. Jika hasil tes itu didapat akan memudahkan pihaknya melakukan penelusuran.
"Untuk yang ke 165 (pegawai pabrik rokok Sampoerna) yang tes swab mandiri, kita masih telusuri kita koordinasikan dengan rumah sakit," kata dr Kohar Kamis (7/5).
Meski ada kesulitan pihaknya terus mengupayakan untuk mencari hasil tes mandiri karyawan perusahaan rokok itu, satu per satu. Pihaknya menyebut ada kemungkinan yang positif dari jumlah 165 pegawai itu.
"Sehingga saya tekankan yang positif harus dicari di mana karena itu mungkin nanti ada pekerjaan baru lagi buat kita," imbuhnya.
Artinya, jika hasil tes mandiri yang pernah dilakukan oleh karyawan perusahaan rokok itu belum didapat. Selain tidak lengkapnya pengumpulan data soal hasil swab. Tracing atau penelusuran dari penanganan kasus itu akan terkendala.
Untuk diketahui, setelah perusahaan itu melakukan tes mandiri, didapati ada dua karyawan terpapar Covid. Namun, tak tertolong meski sempat dirawat di klinik perusahaan, kemudian dilarikan ke rumah sakit. Dari kasus pertama itu, (seletah menerima laporan) Gugus Tugas Covid-19 Jatim bergerak. Melakukan tracing dan memeriksa karyawan. Kemudian, sejumlah orang diperiksa, dipastikan harus karantina dan lainnya harus dilakukan swab.
Namun, dari rangkaian kasus pertama, tim tracing belum mendapati hasil tes swab mandiri yang pernah dilakukan di perusahaan itu. Hasil tes kesehatan itu dipastikan penting untuk dasar penelusuran dan penuntasan penanganan virus Corona di tempat itu. Sementara, dr Joni pun menyarankan untuk update soal itu, bisa memantau saat konferensi pers. (tji/red)
Editor : Tudji Martudji
Harian Merah Putih