KONI Jatim Gelar Rapid Test Gelombang II

Ketua KONI Jatim Erlangga Satriagung. HMP/Prasetyo
Ketua KONI Jatim Erlangga Satriagung. HMP/Prasetyo

MERAHPUTIH| Surabaya- Ketua KONI Jatim Erlangga Satriagung mengikuti rapid test Covid-19 di halaman KONI Jatim, Minggu (10/5). Rapid test ini merupakan gelombang ke-2 diikuti 808 orang.

Rapid test gelombang pertama berlangsung 5-12 Mei 2020 itu diikuti oleh atlet, official puslatda, pengurus dan karyawan KONI. Gelombang pertama dilaksanakan pada 26 april - 2 Mei. Total sebanyak 859 orang yang telah mengikuti rapid test.

Erlangga mengatakan, jika dalam tes ada karyawan, atlet maupun official hasilnya reaktif, tidak perlu panik. “Reaktif itu belum tentu positif. Bagi yang reaktif tindakan selanjutnya dilakuan polymerase chain reaction (PCR),” ungkap Airlangga. Bagi yang reaktif akan dibawa ke RSUA via drive thru. 

Erlangga menegaskan, rapid test Covid-19 ini penting dilakukan dan merupakan atensi KONI Jatim. Tujuan utama adalah mengetahui kesehatan atlet, lantaran kesehatan dan keselamatan atlet dan pelatih merupakan yang paling penting.

Di bagian lain, dr Wardi Siagian, penanggung jawab rapid test KONI Jatim menambahkan, test tidak hanya dilakukan di Gedung KONI Jatim Jl Ir Soekarno Surabaya saja. Rapid tes Covid-19 juga dilakukan di Sidoarjo, Gresik, Malang, Lumajang, dan Tulungagung. Karena atlet Pusltada Jatim tidak hanya berdomisili di Surabaya saja.

“Kami sudah menyusun jadwal untuk rapid test di luar Surabaya. Awalnya mau dilakukan rapid test di Surabaya semua, tapi situasinya tidak memungkinkan. Apalagi Surabaya sedang memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar(PSBB), jadi alet dan pelatih yang berada di luar Surabaya tak bisa ke sini (Surabaya). Jadi kami yang berkeliling ke daerah,” terang Wardi.

Wardi menuturkan, KONI Jatim berinisiatif melakukan rapid test Covid-19 ini lantaran atlet Puslatda satu bulan terakhir ini menjalani latihan secara mandiri di rumah. Sehingga para atlet tak berkumpul dalam satu tempat latihan, dan mereka pasti berinteraksi dengan lingkungan.

“Rapid test ini bisa digunakan untuk mengetahui ada atau tidak yang terpapar Covid-19. Semoga hasilnya semua negatif. Tapi kami tetap melakuka evaluasi terus,” ucap pria yang juga menjabat sebagai Wakil Seketaris KONI Jatim ini. (pras/ono)

 

Editor : Eko Yudiono