Kekecewaan Binaragawan Jatim, Slamet Haryanto: Antara Target Emas dan Tantangan Tuan Rumah
MERAHPUTIH I MEDAN - Di hari pertama pertandingan binaraga Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024, binaragawan Jawa Timur (Jatim), Slamet Haryanto, harus puas membawa pulang medali perunggu di kelas Men Sport Physique Over 170 cm. Meski telah memberikan penampilan terbaiknya, hasil tersebut masih jauh dari target emas yang dibebankan oleh KONI Jatim.
Medali emas di kategori ini diraih oleh binaragawan asal Sumatera Utara, Kiki Irawan, sementara perak jatuh ke tangan Lukmanul Eko Sasmito dari Kalimantan Timur. Slamet mengungkapkan kekecewaannya setelah pertandingan, terutama karena gagal memenuhi ekspektasi yang diberikan.
"Dibilang kecewa, secara pribadi sih kecewa gagal mendapat emas," ujarnya usai penyerahan medali.
Sebagai atlet yang baru pertama kali berlaga di PON, tekanan untuk meraih emas menjadi beban tersendiri bagi Slamet. Ia mengakui bahwa dirinya memang ditargetkan untuk meraih emas, namun hasil akhirnya tidak sesuai harapan.
"Ini PON kali pertama bagi saya. Mohon maaf belum bisa membawa pulang emas," tambahnya.
Slamet juga menyinggung tantangan tambahan yang dihadapi, yaitu faktor tuan rumah. Menurutnya, kehadiran atlet tuan rumah dalam pertandingan tersebut memberikan keuntungan tertentu dalam penilaian juri.
"Yang namanya kejuaraan pasti ada kalah dan menang. Tapi, kekalahan saya ini lebih banyak karena faktor tuan rumah saja," ungkapnya, sembari menegaskan bahwa meski mendapat perunggu, hasil tersebut terasa jauh dari target yang ia inginkan.
Bagi Slamet, ini menjadi pembelajaran berharga untuk penampilan-penampilan selanjutnya. Meski kecewa, ia tetap berusaha melihat sisi positif dari pencapaiannya dan berjanji akan terus memperbaiki diri untuk kejuaraan-kejuaraan mendatang. (pon)
Editor : prass prasetyo
Harian Merah Putih