Kejayaan Jawa Timur di Arena Selam Kolam PON Aceh-Sumut: Dominasi Emas dan Rekor Terpecahkan
MERAHPUTIH I BANDA ACEH - Kontingen Jawa Timur (Jatim) kembali menegaskan dominasinya di cabang olahraga selam kolam pada hari pertama Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumatera Utara 2024. Tidak hanya berhasil membawa pulang tiga medali emas dari enam nomor final yang dipertandingkan, atlet-atlet Jatim juga berhasil memecahkan dua rekor nasional dan PON, menciptakan momentum besar di Kolam Tirta Raya, Banda Aceh, Rabu (11/9).
Muhammad Amirullah Al Farizi menjadi pembuka perolehan medali emas Jatim dengan kemenangan gemilang pada nomor 100 meter surface putra. Finis dengan catatan waktu 36,89 detik, Al Farizi mengungguli I Dewa Nyoman Kusuma Adiarta dari Bali yang berada di posisi kedua (37,69 detik) serta Muhammad Zidan Arrif Billah asal DKI Jakarta yang menempati peringkat ketiga (38,05 detik).

Tidak berhenti di situ, Janis Rosalita Suprianto melanjutkan dominasi Jatim di nomor 100 meter surface putri. Janis, dengan kecepatan luar biasa, mencatatkan waktu 40,12 detik, sekaligus memecahkan rekor nasional dan PON atas namanya sendiri. Ia mengalahkan Katherina Eda Rahayu dari Jawa Barat yang finis di posisi kedua (41,01 detik) dan Ashifa Helsa Ashuroh yang berada di urutan ketiga (43,17 detik).
Perolehan emas Jatim ditambah oleh Andhini Muthia Maulida yang tampil tak terbendung di nomor 400 meter surface putri. Dengan catatan waktu 3 menit 26,17 detik, Andhini juga mencetak sejarah baru dengan memecahkan rekor nasional sebelumnya yang dipegang Oza Feby Mulyani (3 menit 28,06 detik) serta rekor PON Papua 2021 atas nama Vania Elvira Elent Rahmadadi (3 menit 29,07 detik).
Keberhasilan Jatim tidak hanya tercermin dari emas yang diperoleh, tetapi juga dari dua perunggu yang berhasil diraih oleh Josephine C Suryanto di nomor 100 meter bifins putri (50,32 detik) dan Achmad Fahrezi Anwar di nomor 100 meter bifins putra (44,10 detik).
Ketua Pengurus Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Jawa Timur, Mirza Muttaqien, mengungkapkan rasa bangganya atas prestasi para atlet yang berhasil mengharumkan nama Jatim di awal kompetisi. Ia berharap kemenangan ini akan menjadi pemicu untuk meraih medali-medali berikutnya di nomor selam kolam maupun laut yang akan digelar di Sabang.
“Kami sangat bersyukur atas pencapaian hari ini. Semoga ini menjadi awal yang baik untuk mencetak prestasi lebih banyak lagi, dan target kami adalah mempertahankan gelar juara umum untuk kali ketiga berturut-turut di PON kali ini,” ujar Mirza dengan penuh optimisme.
Jatim memang menargetkan hattrick juara umum di cabang olahraga selam, setelah sebelumnya berhasil menyabet gelar tersebut di PON Jawa Barat 2016 dan PON Papua 2021. Dari total 25 nomor yang dipertandingkan, Jatim turun di 22 nomor, memberi peluang besar bagi kontingen untuk mendominasi cabang ini.
Kesuksesan Jatim di hari pertama tidak hanya tercermin dari medali emas, tetapi juga dari pecahnya dua rekor yang dicatatkan oleh Janis Rosalita Suprianto dan Andhini Muthia Maulida. Janis berhasil memecahkan rekor nasional dan PON miliknya sendiri yang ia ciptakan pada PON Jawa Barat 2016 dengan waktu 40,35 detik, menjadi 40,12 detik. Sementara Andhini mengukuhkan namanya di puncak selam nasional dengan catatan waktu 3 menit 26,17 detik, mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang Oza Feby Mulyani.
Hari pertama yang penuh kemenangan ini menjadi awal yang cerah bagi kontingen Jatim untuk terus mengukir prestasi di PON Aceh-Sumut 2024, sekaligus memperkuat posisi mereka sebagai kekuatan dominan di cabang olahraga selam. (red)
Editor : prass prasetyo
Harian Merah Putih