PT SIER, Pendamping Cabor Sepakbola PON Jatim Buktikan Komitmen dengan Bonus Kemenangan

Dinas PU Bina Marga dan PT SIER (Surabaya Industrial Estate Rungkut), yang berperan sebagai pendamping cabor sepakbola pada PON XXI-2024
Dinas PU Bina Marga dan PT SIER (Surabaya Industrial Estate Rungkut), yang berperan sebagai pendamping cabor sepakbola pada PON XXI-2024

MERAHPUTIH I MEDAN – Perhatian yang diberikan oleh pendamping cabang olahraga (cabor) dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 kepada para atlet Jawa Timur (Jatim) bukan hanya janji belaka. Komitmen mereka diwujudkan melalui pemberian bonus khusus di luar yang sudah dijanjikan oleh KONI Jatim.

Salah satu bentuk dukungan nyata diberikan oleh Dinas PU Bina Marga dan PT SIER (Surabaya Industrial Estate Rungkut), yang berperan sebagai pendamping cabor sepakbola. Kedua lembaga ini bersatu padu memberikan bonus Rp 50 juta untuk setiap kemenangan yang diraih oleh tim sepakbola PON Jatim. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Utama PT SIER, Didik Prasetiyono, di Medan pada Minggu malam (16/9).

“Kami bersama Dinas PU Bina Marga sepakat memberikan bonus Rp 50 juta setiap kali tim sepakbola PON Jatim meraih kemenangan,” ujar Didik. Bonus ini diberikan di luar bonus yang sudah dijanjikan oleh KONI Jatim maupun induk cabor sepakbola.

Bonus tersebut juga berlaku jika tim sepakbola Jatim berhasil mengalahkan tim tuan rumah Aceh di babak semifinal yang akan berlangsung pada Senin (16/9) di Stadion Harapan Bangsa, Aceh. Hingga lolos ke babak semifinal, Didik menyebut tim Jatim sudah menerima bonus sebanyak lima kali.

Harapan besar ditumpukan kepada tim sepakbola Jatim agar bisa menyumbangkan medali emas untuk kontingen Jawa Timur. Meski medali emas sepakbola hanya satu, namun Didik menegaskan bahwa prestise cabang olahraga ini sangat tinggi dan menjadi kebanggaan tersendiri.

“Ibaratnya, juara umum tanpa medali emas dari sepakbola itu terasa hambar. Kami berharap tim bisa meraih hasil terbaik di semifinal dan lolos ke final,” lanjut Didik.

Terkait insiden yang terjadi dalam pertandingan antara Aceh dan Sulawesi Tengah, Didik berharap hal serupa tidak terulang dalam laga Jatim melawan Aceh. Pelatih Fachri Husaini sudah menginstruksikan para pemain untuk menjaga emosi agar pertandingan berlangsung lancar dan penuh sportivitas.

Didik juga mendukung keputusan Ketua Umum PSSI Erick Thohir yang memilih wasit dari Liga 1 untuk memimpin pertandingan semifinal dan final. Menurutnya, jam terbang tinggi sangat dibutuhkan untuk memimpin laga-laga penting dan menjaga ketertiban di lapangan.

“Mari kita jaga sportivitas, baik di lapangan maupun di tribun, agar kelak muncul juara yang memang layak disebut tim terbaik,” ajaknya.

Sebagai tambahan, Didik menegaskan bahwa Jawa Timur masih menjadi barometer sepakbola nasional. PT SIER sendiri berkomitmen mendukung pembinaan sepakbola usia dini melalui fasilitas yang dimiliki, termasuk lapangan sepakbola dan futsal yang dapat digunakan oleh para pemain muda.

“Pembinaan tidak hanya berhenti di PON. Kami sudah berbicara dengan pelatih Fachri Husaini untuk melanjutkan pembinaan usia dini, agar ke depan muncul talenta-talenta muda seperti Rizky Ridho dan Marcelino Ferdinand yang berkiprah di tingkat nasional dan internasional,” pungkas Didik.

Dengan dukungan yang kuat dari berbagai pihak, Jawa Timur diharapkan dapat terus melahirkan pemain-pemain berkualitas yang tidak hanya mengharumkan nama daerah, tetapi juga nasional. (pon) 

 

 

Editor : prass prasetyo