Waspada, 7 Karyawan Indogrosir di Bantul Positif COVID-19

Supermaket Indogrosir di Jalan Yogya-Magelang, Mlati, Sleman (Foto: HMP/Daru)
Supermaket Indogrosir di Jalan Yogya-Magelang, Mlati, Sleman (Foto: HMP/Daru)

MERAHPUTIH | YOGYAKARTA - ‎Jumlah pasien konfirmasi positif COVID-19 dari klaster Indogrosir, karyawan yang berdomisili di Bantul, Yogyakarta terus meningkat jumlahnya. Jika sebelumnya hanya 3 kasus terkonfirmasi positif Corona, kini bertambah 4 kasus lagi terkonfirmasi positif sehingga untuk klaster Indogrosir menjadi 7 kasus.

"Hari ini ada tambahan kasus konfirmasi positif COVID-19 sebanyak 4 kasus semuanya dari klaster Indogrosir," kata juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Infeksi COVID-19, Pemkab Bantul, dr. Sri Wahyu Joko Santosa, Senin (11/5).

Ke-empat kasus konfirmasi positif COVID-19 yakni, laki-laki usia 25 tahun asal Kecamatan Pleret, lak-laki usia 32 tahun asal Kecamatan Kasihan, laki-laki usia 25 tahun asal Kecamatan Pajangan dan perempuan usia 20 tahun asal Kecamatan Srandakan.‎

"Semuanya adalah karyawan Indogrosir. Semua pasien OTG," ucapnya.

Dokter Oki -panggilan akrab dr. Sri Wahyu Joko Santosa- mengatakan 7 kasus konfirmasi positif berawal setelah digelar Rapid Test kepada 14 karyawan Indogrosir yang menunjukkan reaktif yang ditindaklanjuti dengan uji swab yang akhirnya keluar 7 positif COVID-19, dan masih menunggu 7 lainnya yang hasil swabnya belum keluar.

"7 kasus konfirmasi positif COVID-19 bagian dari 14 karyawan Indogrosir yang menjalani rapid tes dengan hasil reaktif," tambahnya.

Dengan tambahan 4 kasus konfirmasi positif COVID-19 maka jumlah pasien positif COVID-19 yang menjalani perawatan sebanyak 27 pasien. Mereka dirawat di RSPAU Hardjolukito sebanyak 2 pasien, RS Bethesda sebanyak 1 kasus, RS Lapangan Khusus COVID-19 sebanyak 14 orang, RS JIH sebanyak 2 orang , RSUD Bantul sebanyak 6 orang dan RS Elisabeth Ganjuran sebanyak 1 orang.

"Ada 27 pasien positif COVID-19 yang saat ini dirawat di rumah sakit," katanya. (hwd/tji)‎

 

Editor : Tudji Martudji