Tambah 5 di Indogrosir, Positif COVID-19 Yogyakarta 200 Kasus

Rapid Test karyawan Indogrosir, Sleman, Yogyakarta (Foto: HMP/Daru)
Rapid Test karyawan Indogrosir, Sleman, Yogyakarta (Foto: HMP/Daru)

MERAHPUTIH | YOGYAKARTA - ‎Jumlah kasus konfirmasi positif COVID-19 di DIY hampir menembus angka 200 kasus dengan adanya tambahan 5 kasus konfirmasi positif COVID-19 pada Minggu (17/5).

Juru bicara Pemda DIY, untuk penanganan COVID-19, Berty Murtiningsih mengatakan hari ini terdapat tambahan 5 konfirmasi kasus positif COVID-19 sehingga total kasus konfirmasi positif COVID-19 di DIY mencapai 199 kasus.

"Hari ini ada tambahan kasus positif COVID-19 sebanyak 5 kasus sehingga total kasus COVID-19 di DIY mencapai 199 kasus," kata Berty, Minggu (18/5).

Berty merinci tambahan 5 konfirmasi kasus positif COVID-19, yakni kasus 197, perempuan usia 42 tahun asal Sleman terkait klaster Indogrosir, kasus 198, laki-laki 32 tahun asal Sleman terkait klaster Indogrosir, kasus 199, perempuan usia 33 tahun asal Bantul, terkait klaster Indogrosir, kasus 200, laki-laki usia 2 tahun terkait klaster Indogrosir, kasus 201, perempuan usia 25 tahun asal Sleman terkait klaster Indogrosir.

"Ada lima tambahan konfirmasi positif COVID-19, semuanya terkait klaster Indogrosir Sleman," ucapnya.

Berty menjelaskan, selain ada penambahan kasus positif COVID-19 terdapat juga tambahan pasien yang positif COVID-19 dinyatakan sembuh sebanyak 8 kasus setelah 2 kali hasil swab dinyatakan negatif. Ada 8 kasus pasien sembuh yakni, kasus 109, laki-laki usia 44 tahun dari Gunungkidul, kasus 124, laki-laki usia 39 tahun asal Kota Yogyakarta, kasus 126, laki-laki usia 45 tahun asal Gunungkidul, kasus 129, lak-laki usia 46 tahun asal Sleman, kasus 130, laki-laki usia 48 tahun asal Bantul, kasus 133, perempuan usia 64 tahun asal Gunungkidul, kasus 134, perempuan usia 17 tahun asal Gunungkidul dan kasus 135, perempuan usia 50 tahun asal Gunungkidul.

"Dengan tambahan 8 pasien sembuh ini maka total pasien sembuh mencapai 85 kasus," terangnya.

Selain itu terdapat PDP yang meninggal hari ini dan sudah diambil swab yakni, perempuan usia 64 tahun asal Sleman dan laki-laki usia 56 tahun asal Sleman. Sementara 1 PDP yang belum diambil swab dan negatif RDT meninggal dunia yakni laki-laki usia 64 tahun asal Sleman.

"Untuk pasien PDP yang meninggal dunia belum diambil swab dan RDT negatif memiliki penyakit bawaan tumor," katanya.

Berty menyebut ada alasan yang membuat pihaknya menyebut saat ini ada 199 kasus positif COVID-19 di DIY. Hal ini karena kasus 27 dikembalikan ke daerah asal yakni Kabupaten Kebumen, yang meninggal dunia.

Selain itu atas kebijakan dari Public Health Emergency Operating Center (PHEOC), untuk kasus 37 dikembalikan ke daerah asalnya yakni Pemalang Jawa Tengah.‎ (hdw/tji)

 

Editor : Tudji Martudji