Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim Ajak Warga Cerdas Memilih Paslon di Pilkada Serentak 2024
MERAHPUTIH I SURABAYA – Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Jawa Timur mengajak seluruh warga Muhammadiyah untuk cerdas dan bijak dalam menentukan pilihan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024. Hal ini disampaikan oleh Ketua PW Muhammadiyah Jawa Timur, Dr. Sukadiono, dalam sebuah pertemuan dengan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak, Rabu (2/10/2024).
Dalam pertemuan tersebut, Dr. Sukadiono menegaskan bahwa warga Muhammadiyah sudah memiliki tingkat kecerdasan politik yang tinggi dan dapat menentukan pilihannya dengan bijak tanpa harus diarahkan. Menurutnya, warga Muhammadiyah paham betul mana calon pemimpin yang pantas dan layak untuk memimpin Jawa Timur.
“Warga Muhammadiyah itu sudah cerdas. Tidak usah ditunjukkan sudah tahu mana yang harus dipilih,” kata Dr. Sukadiono dengan penuh keyakinan seusai menemui Khofifah dan Emil di Kantor PW Muhammadiyah Jawa Timur.
Pada kesempatan itu, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak hadir untuk bersilaturahmi dengan para pengurus Muhammadiyah di Jawa Timur. Pertemuan tersebut membahas berbagai hal, termasuk peran Muhammadiyah dalam pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.
Khofifah, dalam sambutannya, memberikan apresiasi kepada Muhammadiyah atas kontribusi besar yang telah diberikan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Jawa Timur. Menurutnya, Muhammadiyah berperan signifikan dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di provinsi tersebut melalui berbagai bidang yang menjadi fokus gerakan Muhammadiyah.
“Selalu kami sampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya. Kontribusi keluarga besar Muhammadiyah di Jawa Timur sangat signifikan dalam mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia di Jawa Timur,” ujar Khofifah.
Lebih lanjut, Khofifah mencontohkan berbagai sektor yang telah digarap oleh Muhammadiyah, seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan bidang sosial lainnya. Ia menekankan pentingnya peran Muhammadiyah dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, mulai dari pendirian sekolah, rumah sakit, hingga program-program pemberdayaan ekonomi yang memberikan dampak positif bagi banyak orang.
"Kontribusi Muhammadiyah yang begitu besar dalam sektor pendidikan melalui pendirian sekolah-sekolah, perguruan tinggi, hingga lembaga pendidikan non-formal, telah membantu masyarakat Jawa Timur dalam mengakses pendidikan berkualitas. Begitu juga dalam sektor kesehatan, melalui rumah sakit dan klinik yang dikelola Muhammadiyah, serta program sosial dan ekonomi yang turut mendorong kesejahteraan masyarakat," tambahnya.
Emil Dardak, yang juga hadir dalam pertemuan tersebut, turut menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan seperti Muhammadiyah. Ia berharap agar ke depan, Muhammadiyah terus berperan aktif dalam mendukung program-program pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami melihat peran Muhammadiyah bukan hanya pada aspek pendidikan dan kesehatan, tetapi juga dalam ekonomi kerakyatan yang memberdayakan banyak pelaku usaha kecil dan menengah. Ke depan, kolaborasi ini perlu terus diperkuat demi pembangunan yang berkelanjutan di Jawa Timur,” ujar Emil.
Silaturahmi antara Khofifah, Emil, dan pengurus PW Muhammadiyah Jatim ini menjadi salah satu bentuk komunikasi yang diharapkan dapat membangun sinergi positif antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan. Pertemuan ini juga sekaligus menjadi ajang bagi Muhammadiyah untuk menyuarakan aspirasi dan masukan terkait berbagai isu strategis yang dihadapi masyarakat Jawa Timur.
Menjelang Pilkada 2024, peran Muhammadiyah dalam memberikan edukasi politik kepada warganya diharapkan dapat membantu terciptanya proses demokrasi yang lebih sehat dan berintegritas. Sebagai organisasi yang memiliki pengaruh besar, Muhammadiyah dipandang mampu menjadi jembatan dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.
Dengan demikian, ajakan dari Ketua PW Muhammadiyah Jatim agar warga Muhammadiyah cerdas dalam memilih pasangan calon di Pilkada serentak 2024 diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kualitas demokrasi di Jawa Timur dan Indonesia pada umumnya. (red)
Editor : prass prasetyo
Harian Merah Putih