Emil Elestianto Dardak Mendapatkan Doa Khusus dari Gus Kautsar di Peringatan 1 Abad Ponpes Al Falah Ploso
MERAHPUTIH I BOJONEGORO – Calon Wakil Gubernur Jawa Timur nomor urut 2, Emil Elestianto Dardak, menerima doa khusus dari Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al Falah Ploso Kediri, KH Muhammad Abdurrahman al-Kautsar atau yang akrab disapa Gus Kautsar. Doa ini diberikan kepada Emil saat ia menghadiri acara Gebyar Sholawat dalam rangka peringatan satu abad Ponpes Al Falah Ploso yang digelar di Lapangan Desa Pacul, Bojonegoro, Minggu (13/10/2024).
Dalam kesempatan tersebut, Emil menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya bisa turut hadir di acara penting tersebut. Ia juga mengungkapkan bahwa Ponpes Al Falah Ploso memiliki ikatan yang sangat erat dengan perjalanan hidupnya. Ia mengingat kembali peran penting KH Zainuddin Jazuly, atau yang biasa dikenal sebagai Mbah Din, dalam memberikan dukungan moril saat Emil mencalonkan diri sebagai Bupati Trenggalek.
“KH Zainuddin Jazuly ikut mengiringi langkah saya dan mendoakan saya saat mencalonkan diri sebagai bupati dulu. Beliau adalah sosok yang sangat berpengaruh dan selalu memberikan nasihat baik. Kita doakan juga Kiai Nurul Huda Djazuly agar selalu diberikan kesehatan dan kekuatan dalam memimpin,” kata Emil.
Dalam pidatonya, Emil Dardak menyoroti peran strategis pesantren sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga membentuk karakter yang baik serta membekali santrinya dengan keterampilan untuk beradaptasi di era modern. Menurutnya, pesantren merupakan salah satu pondasi penting dalam menjaga moral bangsa sekaligus mengembangkan sumber daya manusia yang unggul.
Emil juga memberikan apresiasi kepada para alumni Ponpes Al Falah Ploso yang kini banyak berkiprah sebagai pengusaha muda. Ia menyebutkan bahwa beberapa di antara mereka telah berperan aktif dalam berbagai sektor, termasuk Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Kehadiran pengusaha-pengusaha muda ini diharapkan dapat membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi di wilayah Bojonegoro dan Jawa Timur secara keseluruhan.
“Kita doakan para pengusaha muda yang merupakan alumni pesantren ini agar selalu diberikan kelancaran rezeki, sehingga mereka bisa terus menciptakan lapangan kerja dan mendorong roda perekonomian daerah,” ucap Emil dengan penuh harapan.
Di akhir sambutannya, Emil Dardak menyampaikan harapannya agar Kabupaten Bojonegoro terus berkembang dan maju, tidak hanya dikenal karena kekayaan sumber daya alamnya, tetapi juga karena masyarakatnya yang unggul di berbagai sektor. Ia meyakini bahwa kerja keras masyarakat, didukung dengan pendidikan yang berkualitas, akan membawa Bojonegoro ke arah yang lebih baik.
“Mugi-mugi kita semua mendapatkan barokah dari peringatan ini, dan semoga Bojonegoro semakin maju, sejahtera, serta menjadi daerah yang berkontribusi besar bagi Jawa Timur,” tutup Emil.
Acara Gebyar Sholawat tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan satu abad Pondok Pesantren Al Falah Ploso, yang telah menjadi salah satu pesantren terkemuka di Jawa Timur. Ponpes ini telah melahirkan banyak tokoh ulama dan pemimpin yang berpengaruh di masyarakat.
Gus Kautsar, dalam sambutannya, juga memberikan dukungan penuh kepada Emil Dardak dan Khofifah Indar Parawansa, yang saat ini tengah berjuang dalam kontestasi pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur. Ia mendoakan agar keduanya selalu diberikan kekuatan dan petunjuk dalam memimpin Jawa Timur ke arah yang lebih baik.
“Rencang kawulo, sahabat kami yang sedang berjuang untuk Jawa Timur lebih baik, mas Emil Dardak mugi-mugi selalu mendapatkan taufiq, hidayah, dan inayah Allah SWT. Kulo kaleh Gus Makmun mendukung penuh perjuangan Bu Khofifah dan Mas Emil di Jawa Timur,” ujar Gus Kautsar.
Peringatan satu abad Ponpes Al Falah Ploso ini dihadiri oleh ribuan jamaah dan santri, yang turut serta dalam momen doa bersama dan lantunan sholawat yang dipimpin oleh tokoh-tokoh agama terkemuka di Jawa Timur. Momen ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan dalam mewujudkan kemajuan Jawa Timur yang berlandaskan nilai-nilai agama dan kearifan lokal. (red)
Editor : prass prasetyo
Harian Merah Putih