Presiden Prabowo Subianto Gelar Rapat Kabinet Usai Retret di Magelang, Fokus pada Swasembada Pangan dan Energi

Presiden Prabowo Subianto dan jajaran Kabinet Merah Putih melakukan senam pagi di lapangan Pancasila, Kawasan Akademi Militer, Magelang, Provinsi Jawa Tengah, pada Sabtu, 26 Oktober 2024. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr
Presiden Prabowo Subianto dan jajaran Kabinet Merah Putih melakukan senam pagi di lapangan Pancasila, Kawasan Akademi Militer, Magelang, Provinsi Jawa Tengah, pada Sabtu, 26 Oktober 2024. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr

MERAHPUTIH I JAKARTA - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Senin (28/10) ini langsung mengadakan rapat bersama sejumlah kementerian dan badan di Istana Kepresidenan, Jakarta, setelah sebelumnya menyelenggarakan retret Kabinet Merah Putih di Magelang, Jawa Tengah. Rapat ini digelar sebagai langkah konkret menindaklanjuti hasil diskusi selama retret yang berlangsung sejak Kamis (24/10) hingga Minggu (27/10).

Rapat yang dipimpin oleh Presiden Prabowo tersebut dihadiri oleh sejumlah menteri dan pimpinan badan terkait. Di antara yang hadir adalah Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, serta Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, Muliaman Hadad. Pertemuan ini bertujuan untuk menyusun strategi menyeluruh dalam rangka mewujudkan swasembada pangan dan energi—dua sektor yang menjadi perhatian utama Presiden Prabowo dalam pembangunan nasional.

Menurut Sudaryono, Wakil Menteri Pertanian, pihaknya diundang untuk hadir dan memberikan laporan terkini mengenai upaya peningkatan ketahanan pangan nasional. “Dipanggil Presiden untuk rapat bersama kementerian lainnya,” ujarnya singkat kepada awak media di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa rapat ini juga membahas berbagai langkah yang akan ditempuh pemerintah untuk mencapai swasembada pangan secara komprehensif. “Kami sedang mematangkan strategi untuk memastikan bahwa sektor pertanian mampu mendukung kebutuhan pangan nasional dengan mengurangi ketergantungan pada impor,” jelas Amran.

Amran menekankan pentingnya sinergi antar-kementerian dalam menghadapi tantangan yang dihadapi sektor pertanian, seperti keterbatasan lahan dan ketergantungan pada teknologi serta sumber daya manusia yang terampil. Salah satu fokus pemerintah adalah meningkatkan produksi dalam negeri melalui modernisasi pertanian dan pengembangan sumber daya manusia yang mumpuni di bidang tersebut.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan jajaran kabinet melakukan retret di Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, di mana Presiden dan anggota kabinet membahas berbagai isu strategis nasional. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menekankan pentingnya swasembada pangan dan energi sebagai prioritas utama dalam mewujudkan kemandirian bangsa.

“Bapak Presiden menegaskan agar seluruh jajaran kabinet bekerja sama dalam mengimplementasikan program-program pemerintah, khususnya dalam hal ketahanan pangan dan energi. Ini adalah pondasi penting untuk membangun kemandirian ekonomi Indonesia,” ungkap Amran, menceritakan arahan yang disampaikan Presiden Prabowo selama retret.

Retret kabinet tersebut diadakan dalam suasana khidmat dan penuh keakraban, mencerminkan semangat gotong royong yang diusung Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. Selama kegiatan tersebut, para menteri diajak untuk berpikir holistik dan visioner dalam mendukung program-program pemerintahan yang berkelanjutan dan berdampak luas bagi masyarakat.

Sementara sektor pertanian menjadi sorotan utama, pemerintah juga menitikberatkan pada sektor energi sebagai bagian dari swasembada nasional. Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara Muliaman Hadad mengungkapkan bahwa dalam rapat ini, turut dibahas langkah-langkah pengembangan energi alternatif guna mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

Muliaman menjelaskan bahwa pihaknya sedang mempersiapkan strategi investasi jangka panjang di sektor energi hijau, yang diharapkan dapat mendukung pencapaian target swasembada energi. “Presiden mendorong kami untuk mengakselerasi investasi di bidang energi terbarukan, sebagai upaya mewujudkan Indonesia yang mandiri energi,” kata Muliaman.

Prabowo menekankan agar setiap program dan kebijakan yang disusun mampu menghasilkan dampak nyata bagi rakyat, terutama dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi. Sesuai dengan arahannya, kabinet akan menyusun roadmap strategis yang melibatkan berbagai sektor guna mengimplementasikan visi besar pemerintahan dalam swasembada pangan dan energi.

Dengan pertemuan tersebut, diharapkan akan terjadi percepatan realisasi program yang pro-rakyat serta menumbuhkan kemandirian bangsa dalam menghadapi tantangan global di masa depan. (red)

Editor : prass prasetyo