77 Karyawan Positif Corona, Dua Pabrik HM Sampoerna Tutup

Suasana rabrik rokok HM Sampoerna di Rungkuta, Surabaya (Foto HMP/Pras)
Suasana rabrik rokok HM Sampoerna di Rungkuta, Surabaya (Foto HMP/Pras)

MERAH PUTIH | SURABAYA–  PT HM Sampoerna Tbk akhirnya menghentikan kegiatan produksi di dua pabriknya di Surabaya, yakni Rungkut 1 dan Rungkut 2. Ini dilakukan setelah kasus positif virus corona (Covid-19) di klaster Sampoerna bertambah 12 orang menjadi 77 orang karyawan.

Untuk diketahui, hasil pelacakan Tim Tracing Gugus Tugas , setidaknya ada 52 klaster penularan yang sudah teridentifikasi. Sampoerna menjadi klaster ketiga terbesar yang menyumbangkan cukup banyak kasus Covid-19 di Surabaya. Klaster ini berawal dari dua karyawan Pabrik PT HM Sampoerna Tbk, Rungkut 2 Surabaya yang terinfeksi Covid-19 dan meninggal dunia.

Direktur PT HM Sampoerna Tbk Elvira Lianita mengatakan penutupan sementara dua pabriknya itu sampai dengan 1 Juni. Kegiatan produksi akan dimulai kembali pada tanggal 2 Juni 2020. Menurut Elvira, keputusan ini telah dikoordinasikan dengan pemerintah serta Gugus Tugas Kota Surabaya dan Provinsi Jawa Timur, dengan pertimbangan untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan perpanjangan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di Surabaya Raya.

“Keputusan kami untuk menghentikan kegiatan produksi selama tiga minggu ini adalah bentuk dukungan kami untuk ikut memutus tali penyebaran Covid-19 di Surabaya,” kata Elvira, Senin (11/5/2020).

Meskipun karyawan Sampoerna di Surabaya tidak melakukan kegiatan produksi, mereka tetap menerima gaji secara penuh, termasuk menerima Tunjangan Hari Raya. “Sampoerna berkomitmen untuk menjamin stabilitas ekonomi karyawan dengan tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) selama masa pandemi ini dan memberikan gaji secara penuh, termasuk memberikan Tunjangan Hari Raya,” papar dia.

Kohar Hari Santoso, Ketua Tim Tracing Gugus Tugas Covid-19 mengatakan, klaster dengan sumbangsih terbesar berasal dari kegiatan Pelatihan Petugas Haji Indonesia di Asrama Haji Surabaya. Kegiatan yang berlangsung pada 8-19 Maret itu diikuti 413 orang peserta dari berbagai daerah di Jatim, juga dari Provinsi Bali dan Nusa Tenggara Timur. Kohar menyebutkan, sudah ada 167 orang positif Covid-19 di klaster ini.

Selain klaster itu, ada klaster Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro, Magetan yang juga cukup besar. Dalam klaster yang kasusnya sudah sampai ke Malaysia ini sudah ada 46 orang positif Covid-19. Daftar sebagian dari 52 klaster yang sudah teridentifikasi di Jawa Timur.

Klaster ketiga terbesar adalah klaster baru yang juga menyumbangkan cukup banyak kasus Covid-19 di Surabaya. Yakni klaster penularan Covid-19 di Pabrik PT HM Sampoerna Tbk, Rungkut 2 Surabaya. Data yang dihimpun, ada 77 karyawan yang terjangkit dari sebelumnya 65 karyawan. "Sebanyak 12 orang dinyatakan positif," kata Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, dr. Kohar Hari Santoso.

Ia menjelaskan penambahan kasus tersebut diidentifikasi dari hasil dari tes swab polymerase chain reaction (PCR) yang dilakukan PT HM Sampoerna, di salah satu rumah sakit swasta Surabaya. Tes itu sendiri dilakukan terhadap 163 karyawan. Tes tersebut dilakukan sebelum Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim melakukan penanganan di pabrik rokok yang terletak di Rungkut, Surabaya. (rls/an)

Editor : Ali Mahfud