Debat Kedua Pilgub Jatim 2024: Pasangan Khofifah-Emil Tampil dengan Kesederhanaan Berbalut Kearifan Lokal
MERAHPUTIH I SURABAYA - Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur nomor urut 2, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak, tampil dalam debat kedua Pilgub Jatim 2024 dengan kesederhanaan dalam pilihan busana. Khofifah, yang juga merupakan Ketua Umum PP Muslimat NU, mengungkapkan bahwa ia tidak melakukan persiapan khusus terkait pakaian. Namun, ia memilih untuk mengenakan batik gedog Tuban berwarna biru, bukan tanpa alasan.
"Saya tahu betul proses pembuatannya, mulai dari kapas, dipintal menjadi benang, hingga ditenun dan dibatik dengan motif khas Tuban," ujar Khofifah saat ditemui di Surabaya, Minggu (3/11/2024). Menurutnya, batik ini mewakili nilai perjuangan dan ketekunan yang juga menjadi cerminan masyarakat Jawa Timur.
Senada dengan Khofifah, Emil Dardak pun tidak menyiapkan busana khusus. Ia mengenakan setelan jas sederhana, namun dengan satu sentuhan pribadi—sepatu yang ia kenakan adalah peninggalan sang ayah, Hermanto Dardak.
"Ini sepatu yang punya nilai sejarah bagi saya, peninggalan ayah," ungkap Emil.
Sebelum berangkat ke lokasi debat di Grand City Surabaya, pasangan Khofifah-Emil beserta rombongan terlebih dahulu melaksanakan doa bersama. Doa dipimpin oleh KH Asep Saifuddin Chalim, pengasuh Ponpes Amanatul Ummah Surabaya, sebagai bentuk pengharapan untuk kelancaran jalannya debat.
Mereka juga mendapat dukungan moril dari beberapa tokoh penting, seperti KH Hasan Mutawakkil Alallah, Ketua MUI Jawa Timur sekaligus pemangku Ponpes Zainul Hasan Genggong Probolinggo, serta Arumi Bachsin dan Hj Masruroh Wahid. Turut hadir juga Boedi Prijo Suprajitno, Ketua Tim Pemenangan 02, dan dr Agung Mulyono, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Jatim, yang menambah semarak suasana.
Debat ini menjadi kesempatan penting bagi paslon nomor urut 2 untuk menyampaikan visi mereka, disaksikan oleh pendukung serta berbagai tokoh agama dan masyarakat yang hadir sebagai bentuk dukungan moral menjelang Pilgub Jatim. (red)
Editor : prass prasetyo
Harian Merah Putih