IT Telkom Kirim Bilik Steril untuk Pemkot Surabaya

IT Telkom Surabaya Sumbang Bilik Sterilisasi ke Pemkot Surabaya (HMP/Anton)
IT Telkom Surabaya Sumbang Bilik Sterilisasi ke Pemkot Surabaya (HMP/Anton)

MERAHPUTIH | SURABAYA - Institut Teknologi Telkom Surabaya untuk penanganan Covid-19 memberikan bantuan tiga alat canggih ke Pemkot Surabaya. Ketiga alat canggih itu, yakni Robot Service (Rose), Bilik Sterilisasi APD dan Crane Pemulasaran Jenazah Otomatis.

Rektor IT Telkom Surabaya, Tri Arif Sarjono mengakui memberikan ketiga alat ini sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Pertama alat Rose. Robot tersebut dapat bergerak sendiri sesuai dengan perintah operator guna membantu peletakkan barang-barang logistik. Seperti makanan, baju maupun obat-obatan. Alat ini sebelumnya sudah pernah dipresentasikan kepada Wali Kota Risma namun ada sedikit revisi dan disempurnakan kembali.

“Kedua, bilik sterilisasi APD yang lebih canggih dari pada sebelumnya. Sebab selain kedap (ada karet-karet dibagian pintu). Cairan yang sudah keluar dapat diserap oleh vakum yang menyedot sehingga aliran airnya sudah masuk ke vakum. Jadi tidak bingung airnya terbuang kemana,” jelasnya.

Berikutnya teknologi baru itu bernama Crane Pemulasaran Jenazah Otomatis. Arif menyebut, alat canggih itu dapat mengantarkan jenazah ke liang lahat tanpa ada kontak fisik secara langsung dengan petugas. Crane Pemulasaran Jenazah Otomatis terdiri dari tiga bagian. Bagian pertama yakni keranda yang berfungsi membawa peti jenazah dari ruang jenazah ke ambulans dan dari ambulans ke liang lahat yang digerakkan dengan konsol dan dipegang oleh operator.

“Bagian kedua bernama crane. Itu yang terpasang di atas liang lahat. Fungsinya untuk menurunkan peti mati dari keranda menuju liang lahat,” imbuhnya.

Untuk membawa peti jenazah ke atas liang lahat, Arif memastikan operator harus mengarahkan keranda mendekati liang lahat. Kemudian, operator beserta tim memasang rel roda keranda membujur di atas liang lahat agar crane dapat melintang di atas liang lahat.

“Lalu operator menaikkan keranda peti jenazah di atas liang lahat dengan menggunakan rel. Setelah diangkat baru keranda dan relnya dipindahkan supaya peti dapat masuk ke dalam liang lahat,” pungkasnya. (ton/tji)

Editor : Tudji Martudji