Bantuan Sembako Terdampak Covid-19, Tertempel Gambar Bupati Banjar

Bantuan sembako untuk warga (Foto: HMP/Rahmadi)
Bantuan sembako untuk warga (Foto: HMP/Rahmadi)

MERAHPUTIH | BANJAR - Sejumlah bantuan paket sembako jenis beras untuk warga terdampak pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) mulai disalurkan Pemerintah Kabupaten Banjar melalui dinas terkait, terlebih akan ditetapkanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Parsial di Kabupaten Banjar.

Kendati, sejumlah bantuan paket sembako jenis beras sebagian sudah disalurkan dan diterima masyarakat terdampak virus corona dibeberapa desa Kecamatan Martapura. Namun, ada pemandangan yang tak wajar pada beras kemasan yang disalurkan Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kabupaten Banjar.

Terlihat, pada kemasan tersebut juga ditempelkan stiker bergambar Bupati Kabupaten Banjar, H Khalilurrahman tanpa wakilnya yakni, H Saidi Mansyur.

Menurut Supiani, warga Desa Jawa Laut, Kecamatan Martapura yang telah menerima bantuan paket beras kemasan dan telur pada 28 April 2020 belum lama itu, dari Dinas Ketapang Kabupaten Banjar mengira bantuan tersebut langsung dari Bupati Kabupaten Banjar. Mengingat terdapat stiker pada kemasan beras.

"Saya mengira bantuan paket sembako jenis beras kemasan dan telur yang kami terima pada Selasa lalu, merupakan bantuan langsung dari Bupati Kabupaten Banjar," tuturnya.

Presepsi tersebut muncul dikalangan masyarakat lantaran pada kemasan beras hanya terdapat stiker Bupati Kabupaten Banjar yang kembali menyatakan ikut kontestasi Pilkada Kabupaten Banjar mendatang tanpa didampingi wakilnya yakni, H Saidi Mansyur.

Menanggapi Ikhwal tersebut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Banjar, Rizani Ansyari sangat menyesalkan kejadian tersebut, mengingat penempelan stiker hanya ada foto Bupati tanpa wakilnya ketika dikonfirmasi melalui via whatsApp.

"Kita menyayangkan hal ini terjadi. Dalam waktu dekat kita akan panggil dinas terkait yakni, Ketahanan Pangan Kabupaten Banjar untuk meminta penjelasan,” tegasnya.

Rizani menilai, kalau stiker pada beras kemasan tersebut atas nama Pemerintah Daerah (Pemda) setempat, idealnya berisi imbauan dengan gambar kedua pasangan sebagai pemimpin daerah.

"Apabila hanya gambar sosok Bupati Kabupaten Banjar, H Khalilurrahman saja. Justru akan menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat yang melihat. Ini tahun politik, keputusan Menteri Kesehatan (Kemenkes) RI pun secara tegas melarang bahwa bantuan dalam bentuk apa pun untuk masyarakat dilarang ada muatan politik," ucap politisi Partai Nasdem Kabupaten Banjar itu.

Baiknya, lanjut Rizani memaparkan, kalau stiker hanya berisi imbauan dan atas nama pemerintah saja tanpa gambar atau foto Bupati dan wakilnya, karena bisa saja dituding melakukan politisasi bantuan Covid-19 guna kepentingan Pilkada.

"Tapi, bisa saja kejadian ini tidak diketahui Bupati Banjar Khalilurrahman dan Wakil Bupati Banjar yakni, Saidi Mansyur,” prediksinya.

Kepala Dinas Ketapang Kabupaten Banjar, Eddy Hasby pun akan bicara terkait kejanggalan beras kemasan yang hanya dengan stiker Bupati Kabupaten Banjar melalui via WhatsApp.

"Maaf sebelumnya, itu hanya spontanitas, karena Bupati Kabupaten Banjar selaku Ketua Dewan Ketahanan Pangan, dan sebagai simbol pemerintahan yang masih aktif memberikan anjuran/penyuluhan kepada masyarakat tentang covid-19. Jadi, menurut hemat kami tidak ada unsur politik," sanggah Eddy.

Kendati, ketikannya ditanya kenapa hanya terdapat gambar sosok Bupati pada stiker beras kemasan, dan apakah ada muatan politisasi? Eddy pun tak berani berkomentar.

"Nah, terkait hal itu kami tidak berani berkomentar banyak, karena Pilkada masih diundurkan," tutup Eddy menguati sanggahan. (Rah/tji)

Editor : Tudji Martudji