Pemprov Jatim Dorong Persatuan Insinyur Indonesia Rumuskan Kebijakan Industrialisasi Berkelanjutan
MERAHPUTIH I SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) mendorong Persatuan Insinyur Indonesia (PII) untuk memberikan rekomendasi kebijakan yang dapat mempercepat proses industrialisasi di Indonesia. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Penjabat Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, menegaskan pentingnya kontribusi PII dalam mendukung industrialisasi yang berkelanjutan. “Kita ingin seminar ini menghasilkan rekomendasi yang kuat untuk mendukung industrialisasi yang berkelanjutan dan terintegrasi dengan baik,” ujarnya usai membuka Seminar Internasional PII yang berlangsung di Hotel Sheraton Surabaya pada Senin (2/12/2024).
Adhy menyampaikan bahwa seminar tersebut melibatkan berbagai elemen penting, seperti akademisi, perguruan tinggi, dan profesional insinyur. “Tema seminar kali ini sangat relevan, yakni menghubungkan industrialisasi berkelanjutan dengan sinergi pendidikan dan profesi teknik. Ini adalah langkah penting dalam mempersiapkan masa depan bangsa,” tambahnya.
Ketua Umum PII, Danis Hidayat Sumadilaga, turut memberikan pandangannya mengenai pentingnya peran insinyur dalam era globalisasi. “Insinyur Indonesia memegang peranan vital dalam menghadapi tantangan kompleks di era digital ini. Kami ingin membangun kemampuan para insinyur agar dapat bersaing baik secara nasional maupun internasional,” ungkapnya.
Menurut Danis, tantangan di era digital semakin kompleks dan membutuhkan insinyur yang mampu beradaptasi dengan cepat. Oleh karena itu, PII berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas profesional anggotanya sehingga mampu memberikan kontribusi maksimal dalam pembangunan nasional.
Seminar bertema “Strategi Industrialisasi Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045” ini menghadirkan pakar dan praktisi dari berbagai negara. Diskusi dalam seminar berfokus pada tantangan dan peluang industrialisasi berbasis teknologi yang ramah lingkungan serta efisien.
Pemprov Jatim berharap, hasil diskusi dari seminar ini dapat memberikan panduan strategis bagi pembangunan yang berkelanjutan. Adhy menyatakan bahwa sinergi antara insinyur, akademisi, dan pemerintah merupakan kunci untuk mempercepat pencapaian tujuan Indonesia Emas 2045.
Selain seminar internasional di Surabaya, rangkaian kegiatan PII juga mencakup Kongres XXIII yang akan dilaksanakan di Yogyakarta. Setelah seminar berakhir, rombongan insinyur dijadwalkan melakukan perjalanan bersama menuju kongres.
“Kongres ini merupakan forum strategis untuk menetapkan arah pengembangan profesi insinyur, termasuk menentukan kebijakan yang mendukung industrialisasi berkelanjutan,” ujar Danis.
Adhy menutup dengan optimisme bahwa kolaborasi antarsektor, terutama antara insinyur, akademisi, dan pemerintah, dapat menjadi motor penggerak percepatan pembangunan.
“Hasil dari seminar ini akan menjadi landasan strategis untuk pembangunan nasional yang berkelanjutan. Saya yakin, dengan sinergi yang kuat, kita dapat mencapai visi besar Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (red)
Editor : prass prasetyo
Harian Merah Putih