Pemprov Jatim Gelar Porwaprov I, Ajang Pembuktian Atlet Perempuan

Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono  menyalakan obor sebagai penanda dimulainya Porwaprov I Jatim 2024, didampingi oleh Muhammad Nabil Ketua Koni Jatim, Arumi Bachsin Ketua Perwosi Jatim, dan Emil Dardak Wakil Gubernur Jatim.
Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono menyalakan obor sebagai penanda dimulainya Porwaprov I Jatim 2024, didampingi oleh Muhammad Nabil Ketua Koni Jatim, Arumi Bachsin Ketua Perwosi Jatim, dan Emil Dardak Wakil Gubernur Jatim.

MERAHPUTIH I SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) melalui Persatuan Olahraga Wanita Indonesia (Perwosi) Jatim untuk pertama kalinya menggelar Pekan Olahraga Wanita Provinsi (Porwaprov) I. Acara yang berlangsung pada 6-8 Desember 2024 ini resmi dibuka oleh Penjabat (Pj.) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, pada Jumat (6/12) malam di Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Porwaprov I merupakan kompetisi pertama yang khusus diselenggarakan untuk atlet perempuan di Indonesia. Sebanyak lima cabang olahraga (cabor) utama dan dua cabor mandiri dipertandingkan dalam ajang ini. Cabor utama meliputi Bola Voli, Atletik, Petanque, Senam Kreasi Perwosi, dan Wushu, sedangkan cabor mandiri adalah Softball dan Woodball.

Ketua Perwosi Jatim, Arumi Bachsin, menyatakan bahwa Porwaprov I bertujuan menjaring bibit atlet perempuan berkualitas sekaligus meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga, khususnya di kalangan perempuan.

“Event Porwaprov I merupakan upaya untuk melahirkan atlet perempuan berbakat yang bisa berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Arumi optimis bahwa Porwaprov I akan menjadi ajang pembuktian para atlet perempuan.

“Persiapan sudah matang, dan acara ini melibatkan seluruh masyarakat. Harapannya, semua bisa menyaksikan dan memberikan dukungan langsung di Unesa,” katanya kepada media usai pembukaan.

Ajang ini diikuti oleh 939 peserta, termasuk atlet dan official, dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Peserta berasal dari berbagai jenjang, mulai dari siswa SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, hingga mahasiswa dan kalangan umum sesuai dengan cabang olahraga yang diikuti.

Arumi juga mengungkapkan harapannya agar Porwaprov dapat menjadi agenda tahunan.

“Kami ingin melahirkan lebih banyak atlet perempuan berprestasi seperti Megawati, atlet voli asal klub Red Sparks Korea Selatan, yang juga berasal dari Jawa Timur,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua KONI Jatim, Muhammad Nabil, menegaskan bahwa Porwaprov I bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga wadah untuk menemukan talenta unggul yang akan berkontribusi pada kejuaraan tingkat provinsi maupun nasional.

“Kegiatan ini memberikan porsi dan peran yang lebih besar kepada atlet perempuan di Jawa Timur,” katanya.

Pj. Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, dalam sambutannya menyebutkan bahwa Porwaprov I bukan sekadar pertandingan olahraga, tetapi juga simbol prestasi dan kesetaraan gender bagi perempuan.

“Olahraga adalah milik semua kalangan tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, maupun pendidikan. Mari tingkatkan partisipasi perempuan dalam olahraga sebagai langkah awal mencapai tujuan dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON),” ujar Adhy.

Adhy menambahkan, Pemprov Jatim berkomitmen meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) lintas generasi, bidang, dan instansi, termasuk perempuan.

“Kami terus memperjuangkan kesetaraan status bagi perempuan di bidang olahraga agar mereka mendapat kesempatan dan penghargaan yang setara dengan lawan jenis,” jelasnya.

Lebih lanjut, Adhy berharap pendampingan terhadap atlet perempuan semakin intensif dilakukan. Ia juga menyoroti perkembangan cabang olahraga yang melibatkan perempuan, termasuk prestasi terbaru Timnas Putri Indonesia yang berhasil menjuarai AFF Women’s Cup 2024 dengan mengalahkan Kamboja 3-1.

“Untuk mencapai kejayaan olahraga Jatim yang berkelanjutan, saya meminta Kadispora dan KONI terus memantau calon atlet perempuan di berbagai cabor. Jadilah pelopor perubahan bagi kemajuan olahraga perempuan di Jawa Timur,” pungkasnya. (red) 

 

 

Editor : prass prasetyo