Harmoni Dua Dunia: Presiden Prabowo Bertemu Grand Syekh Al-Tayeb di Al-Azhar
MERAHPUTIH I KAIRO - Dalam sebuah pertemuan yang menggambarkan kehangatan persaudaraan lintas negara, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tiba di Mashiaket Al-Azhar, Kairo, disambut hangat oleh Grand Syekh Al-Azhar, Imam Akbar Ahmed Al-Tayeb. Langit Kairo yang cerah seakan turut menyaksikan momen bersejarah ini, yang mempertegas hubungan istimewa antara Indonesia dan Mesir.
Di tengah nuansa penuh khidmat, Grand Syekh Al-Tayeb, didampingi sejumlah ulama terkemuka Mesir, menyambut Presiden Prabowo dengan tangan terbuka. Kehadiran Prabowo di salah satu institusi keagamaan paling dihormati di dunia itu tidak hanya menjadi simbol hubungan yang erat, tetapi juga penegasan atas peran strategis kedua negara dalam mempromosikan nilai-nilai universal Islam: kedamaian, persatuan, dan toleransi.
Setelah momen penyambutan yang hangat, kedua tokoh ini melanjutkan pembicaraan dalam suasana akrab di Ruang Kerja Grand Syekh. Diskusi mereka menggali lebih dalam hubungan historis yang telah lama terjalin antara Indonesia dan Al-Azhar, institusi yang menjadi tempat belajar bagi ribuan mahasiswa Indonesia. Selama beberapa dekade, Al-Azhar telah menjadi salah satu pilar dalam mencetak ulama-ulama Indonesia yang berperan penting dalam kehidupan keagamaan dan sosial di Tanah Air.
Pertemuan ini bukanlah yang pertama bagi keduanya. Sebelumnya, pada Juli 2024, Grand Syekh Al-Tayeb telah berkunjung ke Indonesia dan bertemu dengan Presiden Prabowo, sebuah pertemuan yang telah meletakkan fondasi kokoh untuk kerja sama lebih erat di masa mendatang.
“Indonesia dan Mesir adalah dua bangsa yang memiliki sejarah panjang dalam membangun harmoni antarumat beragama. Kami percaya, kerja sama yang kuat antara kedua negara akan terus menjadi inspirasi dunia,” ujar Presiden Prabowo dalam pertemuan tersebut.
Sementara itu, Grand Syekh Al-Tayeb menegaskan pentingnya hubungan dengan Indonesia, negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. “Al-Azhar selalu terbuka untuk mendukung pendidikan dan pertukaran keagamaan yang mendukung perdamaian global,” ungkapnya.
Tidak hanya berhenti pada diplomasi simbolik, pertemuan ini juga menjadi momentum untuk mempererat kerja sama pendidikan, penelitian, dan pertukaran ulama antara kedua negara. (red)
Editor : prass prasetyo
Harian Merah Putih