Angin Kencang Rusak Belasan Rumah di Surabaya, BPBD Lakukan Mitigasi Cepat

BPBD) Kota Surabaya mencatat sebanyak 20 rumah terdampak, dengan kerusakan mayoritas terjadi pada bagian atap.
BPBD) Kota Surabaya mencatat sebanyak 20 rumah terdampak, dengan kerusakan mayoritas terjadi pada bagian atap.

MERAHPUTIH I SURABAYA - Angin kencang yang melanda Kota Surabaya pada Minggu siang menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah di tiga wilayah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya mencatat sebanyak 20 rumah terdampak, dengan kerusakan mayoritas terjadi pada bagian atap.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Surabaya, Buyung Hidayat, menyebutkan peristiwa ini terjadi di kawasan Balas Klumprik (Kecamatan Wiyung), Simorejo (Kecamatan Sukomanunggal), dan Bulak Banteng (Kecamatan Kenjeran).

"Ada 16 rumah terdampak di Balas Klumprik, 2 rumah di Simorejo, dan 2 rumah di Bulak Banteng. Totalnya 20 rumah," ujarnya.

Setelah laporan diterima melalui Call Center 112, tim BPBD bersama perangkat daerah Pemkot Surabaya segera mendatangi lokasi untuk melakukan mitigasi.

“Kami langsung memberikan bantuan darurat berupa terpal untuk menutup atap yang rusak, terutama karena hujan deras masih berlangsung,” jelas Buyung.

Dari 16 rumah di Balas Klumprik, delapan rumah telah dipasangi terpal, tiga sedang dalam proses, tiga lainnya diperbaiki mandiri oleh pemiliknya, dan dua rumah diketahui tidak berpenghuni.

Kerusakan yang terjadi pada rumah-rumah tersebut umumnya tergolong ringan, seperti pada atap dan kanopi teras.

"Tidak ada laporan atap yang benar-benar roboh, dan juga tidak ada pohon tumbang. Selain itu, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka,” tambah Buyung.

Menghadapi cuaca ekstrem, BPBD Surabaya mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama saat hujan deras disertai angin kencang.

"Pastikan tetap di dalam rumah, berteduh di tempat aman, dan tutup pintu rapat agar angin tidak mendorong atap dari bawah,” pesan Buyung.

Dengan kondisi cuaca yang tak menentu, masyarakat diharapkan selalu siap siaga dan segera melaporkan kejadian darurat melalui Call Center 112 untuk penanganan lebih lanjut. (red) 

 

 

Editor : prass prasetyo