Pj. Bupati Pasuruan Dorong Industri Manfaatkan Energi Terbarukan Melalui PLTS Atap
MERAHPUTIH I PASURUAN - Penjabat (Pj.) Bupati Pasuruan, Nurkholis, mengajak dunia industri untuk lebih serius memanfaatkan energi terbarukan sebagai upaya mewujudkan keberlanjutan lingkungan. Ajakan ini disampaikannya saat meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di Mega Distribution Center dan Pabrik Packaging Service Division (PSD) Pandaan milik Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP Indonesia), Selasa (21/1/2025).
Dalam acara tersebut, hadir Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat, perwakilan Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur, serta jajaran manajemen CCEP Indonesia yang diwakili oleh Direktur Public Affairs, Communications, and Sustainability, Lucia Karina. Acara ini sekaligus menjadi momen penting untuk menyoroti peluang besar Kabupaten Pasuruan dalam mengembangkan kawasan industri rendah karbon dan mendorong investasi hijau.
“Kami berharap perusahaan-perusahaan lain juga mulai memanfaatkan energi terbarukan seperti yang dilakukan oleh Coca-Cola ini. Potensinya besar, tinggal kemauan untuk melaksanakannya,” ujar Nurkholis yang juga menjabat sebagai Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur.
Nurkholis menilai bahwa kehadiran PLTS Atap ini sejalan dengan target Pemerintah Pusat untuk mencapai Emisi Nol Bersih pada tahun 2060. Selain itu, program ini juga mendukung target bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 23 persen pada tahun 2025.
“Jawa Timur memiliki potensi besar untuk pengembangan PLTS. Kendala regulasi yang dulu sempat menghambat sudah tidak ada lagi. Dengan perubahan aturan, kami optimistis semakin banyak perusahaan yang akan mengikuti langkah CCEP Indonesia,” jelas Nurkholis.
Menurutnya, penggunaan PLTS bukan hanya ramah lingkungan, tetapi juga mendukung kelestarian ekosistem bumi dengan mengurangi risiko kerusakan lingkungan.
PLTS Atap yang diresmikan ini memiliki kapasitas 2,4 Mega Watt peak (MWp) dan dibangun di atas lahan seluas 27.967 meter persegi. Fasilitas ini diproyeksikan mampu mengurangi emisi karbon hingga 2 juta kilogram CO2 per tahun, menegaskan komitmen CCEP Indonesia dalam mendukung transisi energi bersih.
Lucia Karina mengakui bahwa tantangan terbesar dalam pengembangan PLTS Atap adalah perizinan. Namun, ia memuji dukungan Pemerintah Kabupaten Pasuruan dan Pemprov Jawa Timur yang mempermudah proses tersebut.
“Kami bersyukur karena dukungan pemerintah daerah sangat membantu pengembangan PLTS Atap ini,” ujar Lucia.
Nurkholis menambahkan, Pemprov Jawa Timur telah mengeluarkan surat edaran kepada instansi pemerintah dan swasta untuk mendorong penggunaan PLTS sebagai sumber energi listrik.
“Dengan sinergi antara pemerintah dan dunia usaha, kami optimistis langkah ini akan menjadi contoh bagi perusahaan lain untuk ikut serta dalam transisi energi bersih,” pungkasnya.
Melalui peresmian ini, Kabupaten Pasuruan tidak hanya mempertegas posisinya sebagai kawasan industri strategis, tetapi juga sebagai pelopor dalam pengembangan energi ramah lingkungan. (red)
Editor : prass prasetyo
Harian Merah Putih