Pj Wali Kota Mojokerto Kunjungi Rumah Duka Korban Kecelakaan Laut, Pemkot Janjikan Evaluasi Outing Class

Pj.Wali Kota Mojokerto Moh.Ali Kuncoro saat menyampaikan bela sungkawa dan santunan dari Pemerintah Kota Mojokerto
Pj.Wali Kota Mojokerto Moh.Ali Kuncoro saat menyampaikan bela sungkawa dan santunan dari Pemerintah Kota Mojokerto

MERAHPUTIH I KOTA MOJOKERTO - Suasana haru menyelimuti rumah duka salah satu siswa SMP Negeri 7 Kota Mojokerto yang menjadi korban kecelakaan laut di Pantai Drini, Kabupaten Gunungkidul. Penjabat (Pj) Wali Kota Mojokerto, Moh. Ali Kuncoro, secara langsung menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban pada Senin (28/1/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Ali Kuncoro menunjukkan empati dan kepedulian Pemerintah Kota Mojokerto dengan memberikan santunan kepada keluarga korban. Ia menyampaikan bahwa dukungan moral ini merupakan wujud kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang dirundung duka.

“Pemerintah Kota Mojokerto sangat berduka atas kejadian ini. Kami berharap keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan,” ujarnya dengan penuh kesungguhan.

Tragedi memilukan ini terjadi ketika rombongan outing class SMP Negeri 7 Kota Mojokerto tengah mengunjungi Pantai Drini sebagai bagian dari kegiatan sekolah. Gelombang besar yang datang secara tiba-tiba menyeret 13 siswa ke laut. Dari jumlah tersebut, 9 siswa berhasil diselamatkan, sementara 3 siswa ditemukan meninggal dunia, dan 1 siswa masih dalam proses pencarian.

Sejak insiden dilaporkan, Pemerintah Kota Mojokerto bergerak cepat untuk memberikan pendampingan dan memastikan penanganan terbaik bagi para korban dan keluarganya. Kepala Dinas Pendidikan langsung menuju lokasi kejadian untuk memberikan dukungan kepada rombongan serta mengawal kepulangan jenazah hingga ke rumah duka.

Selain itu, Pemkot Mojokerto juga berkoordinasi intensif dengan tim SAR di Gunungkidul untuk memastikan pencarian korban yang belum ditemukan berjalan maksimal.

“Kami akan terus memantau perkembangan pencarian korban. Segala bentuk bantuan yang dibutuhkan oleh tim di lapangan akan kami koordinasikan dengan pihak terkait,” kata Ali Kuncoro.

Sebagai langkah pencegahan, Ali Kuncoro menegaskan bahwa Pemkot Mojokerto akan mengevaluasi seluruh kegiatan outing class yang diselenggarakan oleh sekolah. Menurutnya, kegiatan tersebut harus difokuskan pada nilai-nilai edukasi dan keamanan siswa.

“Kami tidak akan mengizinkan kegiatan outing class ke lokasi wisata yang memiliki risiko tinggi, seperti pantai. Hanya kegiatan dengan muatan edukatif, seperti ke museum atau perpustakaan, yang akan mendapatkan izin ke depannya,” tegasnya.

Instruksi ini juga disertai arahan kepada seluruh sekolah di Mojokerto untuk meningkatkan pengawasan terhadap kegiatan siswa di luar sekolah. Selain itu, Ali Kuncoro juga meminta sekolah-sekolah di kota tersebut untuk menggelar doa bersama dan tahlil bagi para korban sebagai bentuk solidaritas dan penghormatan.

“Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Kami akan terus berupaya memastikan keamanan siswa dalam setiap kegiatan yang dilakukan,” imbuhnya.

Pantai Drini yang terletak di pesisir selatan Jawa memang dikenal memiliki gelombang besar yang berbahaya, terutama saat cuaca ekstrem. Pada saat kejadian, ombak yang tiba-tiba membesar menyulitkan para siswa untuk menyelamatkan diri, meskipun mereka tidak berada di titik yang dianggap berbahaya sebelumnya.

Kejadian ini menambah daftar panjang tragedi yang terjadi di kawasan pantai selatan Indonesia. Ali Kuncoro berharap, dengan evaluasi yang ketat terhadap kegiatan luar sekolah, kejadian serupa tidak akan terulang di masa mendatang.

Di akhir kunjungannya, Ali Kuncoro kembali menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi keluarga korban dan mendukung segala upaya penyelesaian kasus ini. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih peduli terhadap aspek keselamatan, terutama dalam kegiatan yang melibatkan anak-anak.

“Semoga kejadian ini menjadi yang terakhir. Kami semua belajar untuk lebih berhati-hati dan memastikan keamanan bersama,” pungkasnya.

Dengan suasana duka yang masih menyelimuti Kota Mojokerto, langkah preventif yang direncanakan Pemerintah Kota diharapkan mampu memberikan jaminan keselamatan lebih baik bagi siswa-siswa di masa depan. Sementara itu, proses pencarian korban yang belum ditemukan terus dilakukan oleh tim SAR dengan harapan seluruh siswa dapat segera ditemukan. (red)

 

Editor : prass prasetyo