Surabaya Waterfront Land: Mimpi Besar Kota Pahlawan Menuju Pusat Maritim Terpadu
harianmerahputih.id Jumat, 28 Feb 2025 18:00 WIB
MERAHPUTIH I SURABAYA - Surabaya, kota terbesar kedua di Indonesia, tidak hanya dikenal sebagai Kota Pahlawan tetapi juga sebagai pusat industri, perdagangan, maritim, dan pendidikan (Indamardi). Sebagai gerbang utama wilayah timur Indonesia dalam jaringan logistik nasional, Surabaya menghadapi tantangan besar di tengah pesatnya perkembangan ekonomi dan infrastruktur, termasuk proyek besar seperti Makassar New Port serta rencana jalur kereta cepat Jakarta-Surabaya.
Namun, lahan yang terbatas dan permasalahan lingkungan seperti sedimentasi serta menurunnya hasil laut menjadi penghambat utama dalam pengembangan kawasan pesisir. Di sinilah Surabaya Waterfront Land (SWL) hadir sebagai solusi besar yang tidak hanya akan merevitalisasi pesisir Surabaya tetapi juga mengembalikan kejayaan kota ini sebagai pusat maritim nasional.

Dalam acara sarasehan Agung Pramono, juru bicara SWL, menegaskan bahwa proyek ini merupakan langkah strategis yang akan membawa dampak besar bagi ekonomi Surabaya dan sekitarnya.
"Surabaya Waterfront Land bukan sekadar proyek reklamasi, melainkan sebuah transformasi besar. Kami ingin menjadikan kawasan pesisir ini sebagai pusat industri perikanan, destinasi wisata bahari, serta pusat perdagangan dan pendidikan yang terintegrasi," ujar Agun kepada awak media, Jumat (28/2)..
SWL dibangun di atas lahan eksisting Kenjeran Park seluas 100 hektare yang kemudian diperluas melalui reklamasi hingga mencapai 1.084 hektare. Dengan konsep pengembangan berkelanjutan, kawasan ini akan mencakup berbagai sektor utama, seperti:
Salah satu alasan utama di balik reklamasi ini adalah masalah sedimentasi yang telah menghambat aktivitas perikanan dan wisata bahari di Surabaya. Pendangkalan perairan tidak hanya membuat perahu nelayan kesulitan beroperasi, tetapi juga menurunkan potensi ekonomi di sektor maritim.
"Dengan adanya reklamasi ini, kami memastikan bahwa nelayan bisa melaut kapan saja tanpa tergantung pasang surut," jelas Agung.
Tak hanya itu, penurunan hasil laut akibat overfishing dan degradasi ekosistem juga menjadi perhatian utama. Melalui Green Fishery Island, SWL akan memperkenalkan teknologi perikanan modern guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan.
Proyek SWL telah mendapatkan pengakuan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) yang didukung oleh berbagai regulasi dan persetujuan dari pemerintah pusat, di antaranya:
Pengerjaan reklamasi akan dilakukan secara bertahap dengan kebutuhan material tanah urug mencapai 57,2 juta meter kubik. Material tersebut diperoleh dari sedimentasi di zona pertambangan pasir laut sekitar lokasi serta pengerukan alur baru untuk mendukung konektivitas pelabuhan.
Dengan pendekatan ini, SWL tidak hanya menghadirkan kawasan bisnis dan industri baru, tetapi juga memastikan dampak lingkungan yang terkendali dan mendukung keberlanjutan ekosistem pesisir.
Surabaya Waterfront Land merupakan representasi dari mimpi besar Surabaya untuk menjadi kota maritim modern yang berdaya saing global. Proyek ini membuka peluang investasi besar, menciptakan ribuan lapangan kerja baru, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Seperti yang disampaikan Agung Pramono, "SWL bukan hanya proyek pembangunan, tetapi juga upaya untuk menghidupkan kembali kejayaan maritim Surabaya."
Agung menegaskan jika pembangunan SWL tidak dipungkiri juga berdampak negatif terhadap nelayan.
Bahkan, proyek ini juga mendapat penolakan keras. Ia mengatakan, Granting Jaya telah melakukan 18 kali pertemuan dengan nelayan untuk menjelaskan gambaran blue print proyek secara lebih jelas.
Pembangunan Kawasan Pesisir Terpadu Surabaya Waterfront Land (SWL) yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN), saat ini telah memasuki tahap uji Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).
"Sementara yang tahun kemarin itu adalah kick off AMDAL atau konsultasi publik pada Juli 2024. Nanti bersamaan AMDAL kita izin proses reklamasi karena reklamasi nggak bisa jalan tanpa AMDAL," ujar Agung.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat, SWL diharapkan menjadi ikon baru Kota Pahlawan sekaligus pusat ekonomi dan maritim yang mampu membawa Surabaya ke tingkat yang lebih tinggi di masa depan. (red)
Editor : prass prasetyo
Tags
Rabu, 26 Nov 2025 21:25 WIB
MERAHPUTIH I SINGAPURA - Persib Bandung harus pulang dari Singapura dengan tangan hampa. Dalam duel penuh tensi di Stadion Bashin, Rabu (26/11/2025) malam,
Rabu, 26 Nov 2025 20:10 WIB
MERAHPUTIH I SINGAPURA — PERSIB memperlihatkan karakter kuat dan daya juang tinggi saat menahan imbang Lion City Sailors 1-1 pada 45 menit pertama laga kelima G
Rabu, 26 Nov 2025 20:00 WIB
MERAHPUTIH I SURABAYA – Sebuah kajian akademik terbaru menghadirkan napas segar dalam perdebatan panjang mengenai peran negara dalam kebijakan publik. Dengan m
Rabu, 26 Nov 2025 18:34 WIB
MERAHPUTIH I SURABAYA — Di tengah deru mesin dan hiruk-pikuk aktivitas Terminal Peti Kemas Surabaya (TPS), Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menancapkan t
Rabu, 26 Nov 2025 18:30 WIB
MERAHPUTIH I SURABAYA — Di tengah meningkatnya frekuensi bencana hidrometeorologi dan kompleksitas krisis ekologis, Indonesia dihadapkan pada urgensi membangun
Rabu, 26 Nov 2025 17:30 WIB
MERAHPUTIH I SURABAYA — Pemerintah Kota Surabaya merampungkan prosesi wisuda Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) 2025. Total 10.770 peserta dan 5.670 pengelola d
Harian Merah Putih