Eri Cahyadi Ungkap Tantangan Pembangunan Surabaya 2025-2030: Banjir, Infrastruktur, hingga Pendidikan

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa pembangunan kota ke depan menghadapi tantangan besar, terutama dalam pengelolaan fiskal.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa pembangunan kota ke depan menghadapi tantangan besar, terutama dalam pengelolaan fiskal.

MERAHPUTIH I SURABAYA - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa pembangunan kota ke depan menghadapi tantangan besar, terutama dalam pengelolaan fiskal. Dalam rapat paripurna di DPRD Surabaya, Senin (3/3/2025), ia memaparkan sederet program prioritas yang akan dijalankan pada periode 2025-2030.

Salah satu fokus utama adalah penanganan banjir. Dari 3.764 usulan proyek, 90 persen merupakan permintaan skala kampung. “Total anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp9,6 triliun,” ungkap Eri.

Di sektor infrastruktur, Pemkot Surabaya akan melanjutkan proyek strategis seperti Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB), Jalan Lingkar Luar Timur (JLLT), dan pelebaran Jalan Wiyung, dengan anggaran Rp10,6 triliun. Sementara itu, sektor pendidikan mendapat alokasi Rp2,5 triliun untuk membangun 10 SMP dan 4 SD baru.

Eri juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam pembangunan kota. “Surabaya tak bisa dibangun sendirian. Butuh sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan DPRD,” tegasnya.

Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono, menyambut baik semangat gotong royong yang diusung Eri. Namun, ia mengingatkan bahwa keterbatasan anggaran akan menjadi tantangan utama. “Dari APBD Rp12,3 triliun, belanja sudah mencapai Rp9 triliun. Kita perlu menentukan skala prioritas,” katanya.

Dengan berbagai tantangan yang ada, Pemkot Surabaya berkomitmen memastikan pembangunan berjalan efektif demi kesejahteraan warga. “Pembangunan bukan soal angka, tapi bagaimana manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tutup Eri. (red)

Editor : prass prasetyo