Proyek yang Jebolkan Pipa PDAM Didanai APBN Rp 448 Miliar
MERAH PUTIH | Surabaya – Hanya berselang 2,5 bulan, pipa induk PDAM berdiameter 1.000 mm di kawasan Gunung Anyar, Surabaya, jebol lagi, Minggu (17/5/2020). Penyebabnya sama-sama karena proyek fisik. Kali ini pipa jebol terkena tiang pancang pembangunan kampus II Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya yang didanai APBN Rp 448 miliar dan dikerjakan BUMN PT Adhi Karya.
Jebolnya pipa air PDAM Surya Sembada ini akan berdampak pada 30-an ribu pelanggan di tujuh kecamatan di Surabaya Timur dan Surabaya Utara. Kejadian ini ironis, mengingat utilitas seperti pipa PDAM ini sudah ada petanya. Diduga tidak ada koordinasi antara PT Adhi Karya dan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Pematusan (DPUBM) Kota Surabaya. Padahal, awal Maret 2020 lalu publik Surabaya dibuat kesal pecahnya pipa PDAM akibat pancang proyek pembangunan masjid di kawasan Perumahan Purimas, Gunung Anyar.
Warga setempat yang terdampak langsung kejadian ini langsung mendatangi langsung lokasi proyek di daerah perbatasan Surabaya-Sidoarjo itu. Tepatnya di kawasan Tambak Sumur. Tampak Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Gunung Anyar Kamdi SH, MKn dan wakilnya, bersama ketua RW 1, RW 2, dan RW 3 Kelurahan Gunung Anyar berada di lokasi.
Kamdi mengaku kesal dengan kontraktor PT Adhi Karya. Ia menuding perusahaan plat merah ini lalai sehingga pekerjaan pancang yang dilakukannya mengenai pipa PDAM dan jebol. "Ini kelalaian kontraktor,” tandas Kamdi.
Ia menyesalkan kejadian ini. "Ini adalah sesuatu yang konyol, apalagi ini saat menjalankan ibadah puasa. Menurut kontraktor sudah dihitung tapi nyatanya ada kejadian seperti ini. Di awal sudah kami diingatkan agar jangan sampai terjadi seperti di Puri Mas. Namun nyatanya terjadi juga," keluhnya.
Kamdi mempertanyakan kinerja Adhi Karya. Seharusnya menghitung dampak proyek sebelum mengerjakan tiang pancang. “Tolong perhatikan warga sekitar, beban kami sudah berat dengan adanya pandemi seperti ini ditambah kejadian seperti ini," ungkapnya.
Ia juga berharap PT Adhi Karya memperhatikan keinginan warga agar bisa mandi dan minum. Sebab, selama ini PT Adhi Karya tidak pernah memperhatikan warga yang terdampak langsung adanya proyek ini. "Selama ini PT Adhi Karya acuh tak acuh pada warga, tidak ada respon kepada warga. Dengan adanya kejadian ini kami berharap pihak Adhi Karya dan UIN bisa introspeksi, bisa koreksi diri," terang Kamdi.
Sementara itu, wartawan harian Merah Putih yang akan melihat lokasi pipa yang bocor dilarang masuk oleh pihak security. "Mohon maaf saya diperintah untuk tidak memperbolehkam media masuk ke lokasi," terang petugas keamanan yang ditemui di lokasi.
Saat ditanya siapa yang punya wewenang, petugas tersebut menyebut nama Pandu, staf bagian lapangan PT Adhi Karya. Menurutnya, Pandu yang menghubungi dirinya agar media tidak diperbolehkan masuk lokasi.
Pandu ketika dikonfirmasi mengatakan dirinya tidak bisa memberikan keterangan resmi terkait jebolnya pipa PDAM akibat terkena tiang pancang. "Saya tidak berani komentar mas. Semua masih diobservasi dan sedang diperbaiki. Di sini sudah kumpul semua pihak PDAM dan pejabat terkait," cetus Pandu yang dikonfirmasi lewat ponselnya.
Pantauan di lapangan, selain PDAM mendatangi lokasi, juga terlihat Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Pemkot Surabaya, Erna Purnawati yang datang dengan menggunakan mobil dinasnya. Namun sayang, Erna juga bungkam. Tak mau memberi keterangan ke media.
30 Ribu Pelanggan Terdampak
Direktur PDAM Surya Sembada Surabaya Mujiaman membenarkan adanya pipa induk instalasi mereka yang jebol akibat proyek tiang pancang pembanguna Kampus II UINSA di kawasan Gunung Anyar.“Iya betul itu Pak, sekarang sedang diperiksa oleh petugas kami untuk seberapa parah kerusakannya. Itu dalam sekali Pak lokasi pipanya, 4 meter,” ujar Mujiaman dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
Terkait lama waktu penanganan perbaikan, Ia belum bisa memberikan estimasi. “Masih dikalkulasi ini. Kami upayakan secepat mungkin,” katanya.
Terkait pelanggan layanan air bersih yang terdampak adanya musibah ini, Mujiaman memprediksi bahwa ratusan ribu masyarakat diperkirakan bakal mengalami gangguan distribusi. “Kami upayakan seminimal mungkin. Sekitar 30 ribu pelanggan. Tapi, kalau melihat kasus yang kemarin ini ya bisa sampai 120 ribu pelanggan. Yang kita tidak tahu kan berapa lamanya,” jelasnya.
terpisah, Humas PDAM Surya Sembada Surabaya Binurwati Fitri mengatakan daerah yang akan terdampak bila aliran air di lokasi tersebut dimatikan adalah pelanggan di daerah Pondok Candra, PDAM Sidoarjo Pocan, Gunung Anyar, Purimas, Medokan Ayu, Rungkut Madya, Pandugo, Kedung Baruk, Semampir, Mulyosari, Sutorejo, Galaxy, Kenjeran, Nambangan, Bulak Rukem, Setro, Kedung Cowek, Tambak Wedi, dan Kedinding.
Jadi Perhatian DPRD
Anggota Komisi A DPRD Surabaya Arif Fathoni meminta PDAM Surabaya meminta ganti rugi kepada kontraktor pelaksana pembangunan yang menyebabkan pipa air jebol. "Izinnya harus dicek. Kalau berizin mestinya tahu kalau di area itu ada pipa PDAM. Pihak kampus harus minta maaf atas kejadian ini," tandasnya.
Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya Aning Rahmawati menambahkan PDAM Surya Sembada bisa mempercepat perbaikan pipa utama yang jebol itu. "Pengerjaan untuk mengatasi jebolnya pipa ini harus lebih cepat karena posisi jebolnya pipa tidak separah yang di Purimas dulu," ujar Aning.
Saat itu, katanya, pipa PDAM di Perumahan Purimas Gunung Anyar jebol karena terkena tiang pancang salah satu proyek sehingga aliran air sempat dimatikan sampai empat hari. "Maka sekarang harusnya bisa sehari saja dimatikan untuk perbaikan pipa. Tidak sampai empat hari. Kasihan warga, apalagi saat ini di tengah pandemi COVID-19 dan masuk Bulan Ramadhan. Warga banyak di rumah dan tentunya air menjadi kebutuhan utama mereka," katanya. (tri/red)
Editor : Ali Mahfud
Harian Merah Putih