Persebaya Waspada! Paul Munster Tak Mau Terpeleset Meski Persija Sedang Terluka
MERAHPUTIH I SURABAYA - Persija Jakarta memang sedang goyah. Dua kekalahan beruntun dan absennya tiga pemain kunci jadi gambaran jelas bahwa Macan Kemayoran tengah pincang. Tapi jangan harap Paul Munster akan terlena.
Jelang duel panas pekan ke-28 Liga 1 2024/2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Sabtu malam (12/4), arsitek Persebaya itu justru memperingatkan timnya untuk tetap waspada penuh. Munster paham, lawan yang sedang terluka justru bisa jadi paling berbahaya.
"Setiap tim yang menghadapi Persebaya pasti datang dengan motivasi tinggi, dan Persija akan bermain di kandang dengan dukungan besar dari suporternya. Saya yakin pertandingan ini akan berjalan berbeda," tegas pelatih asal Irlandia Utara tersebut.
Meski Persija kehilangan Gustavo Almeida dan Maciej Gajos akibat sanksi Komdis PSSI, serta Muhammad Ferarri karena kartu merah, Munster enggan melihat itu sebagai keuntungan.
"Saya tidak mau fokus pada kelemahan lawan. Lebih baik kami menyiapkan diri sendiri semaksimal mungkin," ujarnya lugas.
Persebaya sendiri datang ke Jakarta dengan kondisi tak sempurna. Tiga pemain — Arief Catur, Dejan Tumbas, dan Francisco Rivera — harus menepi karena akumulasi kartu. Namun kabar baiknya, winger lincah Malik Risaldi sudah pulih dari cedera engkel dan siap tempur.
"Malik bilang ke saya, dia tidak mau melewatkan laga besar ini. Semangatnya luar biasa, dan itu yang kami butuhkan," beber Munster.
Target Munster jelas: tiga poin! Dengan sisa tujuh pertandingan, Green Force yang kini duduk di peringkat ketiga klasemen (48 poin) masih membuka kans memburu tahta. Mereka terpaut sembilan angka dari Persib Bandung di posisi puncak.
"Setiap laga kini seperti final. Kami tidak boleh terpeleset," pungkasnya.
Laga kontra Persija bukan hanya soal gengsi dua klub besar, tapi juga soal menjaga asa juara. GBK akan jadi saksi—apakah Persebaya terus melaju, atau justru tersandung di kandang Macan yang tengah terluka. (red)
Editor : prass prasetyo
Harian Merah Putih