Mural Serentak 16 Mei dan Seni Melawan Pandemi COVID-19
MERAHPUTIH | SURABAYA - Saat ini semua penjuru dunia sedang diserang wabah pandemi, yakni berupa virus Covid-19 yang muncul pertama kali pada akhir Desember 2019. Dalam beberapa bulan virus ini telah menyebar dan menjangkiti hampir semua negara di planet bumi ini. Perekonomian lumpuh dan krisis global menghantam negara-negara pandemi, tak terkecuali Indonesia. Uluran kemanusiaan juga semakin kuat. Di Indonesia, yang juga terimbas cukup parah terhadap pandemi Corona ini.
Tak bisa dipungkiri kepanikan dan ketakutan dirasakan masyarakat. Sementara pemerintah dianggap gagap dalam menghadapi dan menangangi bencana nasional ini. Jika pandemi Covid 19 adalah penyakit yang menyebar luas secara global dan bisa mengakibatkan dampak buruk, maka sama jika kami mengartikan bahwa pandemi adalah korupsi, permainan politik, kerusakan lingkungan, korporasi jahat, kekuasaan, peperangan, dan hilangnya rasa kemanusiaan.
Karena itu semua juga berdampak buruk bagi masyarakat dan umat manusia. Untuk itu 'Seni Melawan Pandemi' adalah bagaimana gerakan street art mampu melawan pandemi tersebut melalui pesan-pesan karya jalanan. Gerakan MURAL SERENTAK 16 Mei ini diinisiasi oleh Serikat Mural Surabaya sebagai bagian dari movement untuk meramaikan kembali ruang publik dengan seni jalanan. Gerakan ini bisa diikuti oleh siapapun dan dimanapun di waktu dan tema yang sama 'Seni Melawan Pandemi'.
"Kenapa harus Mei? Karena bulan Mei selain bertepatan dengan bulan ramadhan dimana mural serentak ini adalah bagian dari acara tahunan Serikat Mural Surabaya bertajuk 'Imsyak Kurang 3 Menit'. Acara jamming street art jamaah muraliyah yang selalu diadakan setiap bulan ramadhan. Bulan Mei juga bulan yang memiliki moment-moment penting seperti gerakan reformasi Mei 98, Hari Pendidikan Nasional, Hari Buruh Internasional dan lain-lain," kata XGo Alfadjri saat ditemui di studionya di kawasan Jalan Bratang, Surabaya, Senin (18/5)
Mural Serentak 16 Mei ini didukung dan diikuti oleh street artist dan seniman-seniman embongan dari beberapa kota di Indonesia (Surabaya, Kediri, Madura, Sidoarjo, Tangerang, Depok, Jakarta, Solo, Denpasar Bali, Makasar dll) dengan berbagai jenis dan teknik karyanya masing-masing seperti graffiti, mural, stencil, sticker bomb dan sebaginya, dikerjakan secara kelompok atau individu. Mari ramaikan kembali ruang publik dengan seni jalanan. Lawan pandemi dan salam #streetartmelawan. (zul/tji)
Editor : Tudji Martudji
Harian Merah Putih