Gubernur Khofifah: Pelayanan Publik Harus Tetap Prima di Tengah Efisiensi

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak pada Apel Kesiapsiagaan Nasional Damkar, Satpol PP, dan Linmas di Alun-Alun Sidoarjo, Kamis (17/4),
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak pada Apel Kesiapsiagaan Nasional Damkar, Satpol PP, dan Linmas di Alun-Alun Sidoarjo, Kamis (17/4),

MERAHPUTIH I SIDOARJO - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin Apel Kesiapsiagaan Nasional Damkar, Satpol PP, dan Linmas di Alun-Alun Sidoarjo, Kamis (17/4), yang sekaligus menjadi momentum peringatan HUT ke-75 Satpol PP, HUT ke-63 Satlinmas, dan HUT ke-106 Pemadam Kebakaran.

Apel pasukan gabungan ini digelar di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Namun, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa efisiensi tidak boleh mengorbankan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Kesuksesan terletak pada detail. Tantangan global dan pembangunan daerah hanya bisa dijawab dengan kerja bersama dan pelayanan prima,” ujar Khofifah dalam sambutannya.

Ia menyampaikan apresiasi terhadap kinerja para petugas yang tetap konsisten memberikan layanan terbaik. Gubernur juga mendorong seluruh aparatur Damkar, Satpol PP, dan Linmas untuk memperkuat etos kerja serta adaptif terhadap teknologi digital.

Sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas, Pemprov Jatim telah menjalin kerja sama dengan BPSDM Kemkominfo RI guna pengembangan SDM bidang komunikasi dan digital. Khofifah menyebut digitalisasi tidak cukup hanya pada aspek teknis, namun juga menuntut komitmen dan budaya kerja yang kuat.

“Gunakan dan kembangkan SIJALINMAJA sebagai platform satu data untuk Trantibumlinmas di Jatim. Ini menjadi instrumen penting dalam pemetaan wilayah rawan gangguan serta upaya preventif lainnya,” katanya.

Gubernur Khofifah juga menyerukan kepala daerah agar memberi perhatian lebih terhadap kesejahteraan aparatur di lapangan. Ia menegaskan pentingnya pelatihan dan sertifikasi untuk mendukung tugas yang kian kompleks.

Sepanjang 2024, petugas Damkar di Jawa Timur telah menangani 5.537 kejadian kebakaran serta 9.658 operasi penyelamatan non-kebakaran. Mulai dari evakuasi hewan liar, penanganan kecelakaan, hingga respon terhadap bencana seperti longsor.

Adapun laporan ketenteraman dan ketertiban umum yang dihimpun melalui sistem SIJALINMAJA mencapai 46.658 laporan. Sementara itu, penegakan perda tercatat sebanyak 2.349 kasus.

“Dedikasi para petugas ini adalah bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat. Ini bukan sekadar pekerjaan, tetapi juga ladang amal,” tutup Khofifah. (red)

Editor : prass prasetyo