Jatim Siap Percepat Proyek Strategis Nasional, Emil Dardak: Infrastruktur Harus Berdampak Langsung ke Masyarakat

Emil Dardak saat Rapat Bersama Deputi Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI (Foto: Humas Jatim)
Emil Dardak saat Rapat Bersama Deputi Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI (Foto: Humas Jatim)

MERAHPUTIH I SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan kesiapan untuk mempercepat pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang masih berjalan di wilayahnya. Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyatakan komitmennya untuk menuntaskan proyek-proyek tersebut demi menciptakan kawasan yang berdaya saing, terintegrasi, dan berkelanjutan sesuai Perda Nomor 10 Tahun 2023 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) Jatim 2023–2043.

“Alhamdulillah, hari ini bersama Kepala Perangkat Daerah, kami menyepakati percepatan rencana aksi pembangunan infrastruktur di Jawa Timur agar manfaatnya segera dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Emil dalam keterangan pers, Selasa (22/4/2025).

Dalam Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2020, tercatat ada 21 PSN yang tersebar di Jawa Timur, meliputi sektor transportasi, energi, sanitasi, hingga kawasan industri. Dari jumlah tersebut, 10 proyek telah rampung, 8 masih dalam tahap konstruksi, dan 3 sisanya tengah melengkapi prasyarat kesiapan (readiness criteria).

Emil menyebut, sejumlah proyek mengalami perubahan fundamental, terutama setelah bergantinya kepemimpinan nasional. Hal ini membuat pemerintah daerah harus lebih selektif menentukan proyek prioritas.

“Dengan kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat, kita harus memilah mana proyek yang paling penting dan strategis untuk didorong lebih dulu,” jelas mantan Bupati Trenggalek itu.

Ke depan, Emil bersama Gubernur Khofifah Indar Parawansa akan menggelar rapat koordinasi yang melibatkan kementerian terkait, seluruh kepala daerah kabupaten/kota, serta jajaran perangkat daerah Jawa Timur. Forum ini akan menjadi ajang sinkronisasi agar seluruh proyek berjalan sesuai koridor perencanaan wilayah.

“Keterbatasan tidak menyurutkan semangat kami untuk terus menghadirkan pembangunan yang inklusif dan tepat sasaran,” tegas Emil. (red)

Editor : prass prasetyo