Ahmad Luthfi Minta Relokasi Korban Tanah Bergerak Brebes Dikebut, Huntap Segera Disiapkan
MERAHPUTIH I BREBES – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta percepatan penanganan dampak bencana tanah bergerak yang terjadi di Desa Mendala, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes. Ia menekankan pentingnya percepatan pembangunan hunian tetap (huntap) yang aman dan layak bagi warga terdampak.
"Sudah saya perintahkan agar ada kajian relokasi. Masyarakat harus dipindah ke tempat yang benar-benar aman secara geologis," ujar Luthfi, Jumat, 2 Mei 2025, usai meninjau lokasi pengungsian di Gunung Poh, Sirampog.
Menurut dia, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mengucurkan bantuan sebesar Rp2,01 miliar untuk perbaikan rumah dan fasilitas ibadah yang rusak. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Brebes telah menyiapkan hunian sementara (huntara) bagi 432 warga terdampak yang saat ini tersebar di tiga titik pengungsian—yakni Gunung Poh, Krajan, dan rumah kerabat masing-masing.
Luthfi menekankan pentingnya relokasi yang mempertimbangkan aspek keselamatan jangka panjang. "Jangan sampai warga dipindah ke lokasi baru yang masih berisiko tanah bergerak. Kalau jalurnya 'mbledug meneh', ini jadi bencana berulang," kata dia.
Ia juga menyoroti pentingnya pendekatan sosial dalam proses relokasi. Pemerintah, kata dia, harus bisa meyakinkan masyarakat agar tidak kembali ke lokasi lama yang rawan bencana.
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menyebut lahan untuk hunian tetap sudah diusulkan. Dua lokasi yang kini dalam proses kajian geologis adalah lahan di Desa Manggis (1,8 hektare) dan Desa Bumiwah (1,6 hektare). "Kami masih tunggu hasil kajian geologinya untuk memastikan keamanan lahan," ujarnya.
Paramitha juga memastikan huntara akan mulai ditempati pada 16 Mei 2025. "Kami tidak ingin warga terus berada di tenda-tenda. Dinas kami kebut penyediaannya," ucapnya.
Abdul Bashar, salah satu pengungsi di Gunung Poh, mengapresiasi langkah cepat pemerintah. "Kami bersyukur pemerintah hadir dan memikirkan nasib kami. Semoga segera ada tempat tinggal yang aman," kata dia.
Tanah bergerak di Sirampog telah menyebabkan puluhan rumah rusak dan memaksa ratusan warga mengungsi. Pemerintah kini tengah berpacu dengan waktu untuk memastikan proses pemulihan berjalan cepat dan tepat.(red)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih