Tyronne del Pino Pilih Fokus pada Tim, Bukan Gelar Individu

Mateo Kocijan. (PERSIB.co.id/Fernando Hero)
Mateo Kocijan. (PERSIB.co.id/Fernando Hero)

MERAHPUTIH I BANDUNG – Di tengah sorotan terhadap performa impresifnya di Liga 1 2024/2025, gelandang PERSIB Bandung, Tyronne del Pino, memilih bersikap rendah hati. Alih-alih larut dalam spekulasi soal peluang meraih gelar individu, pemain asal Spanyol itu menegaskan bahwa kepentingan tim tetap menjadi prioritas utamanya.

“Saya datang ke Indonesia bukan untuk mengejar trofi pribadi, tetapi untuk menjadi bagian dari tim juara,” ujar Del Pino. 

Pernyataan itu menyiratkan bagaimana pemain berusia 33 tahun tersebut menempatkan profesionalisme di atas ambisi personal. Meski publik dan pengamat menyebut namanya sebagai kandidat kuat pemain terbaik Liga 1 musim ini, Del Pino tidak ingin terjebak dalam euforia tersebut.

“Jika akhirnya saya mendapat penghargaan individu, itu akan jadi pelengkap yang indah. Tapi kalau pun tidak, saya tetap bersyukur karena kami sudah menjadi juara. Itulah tujuan utama saya sejak pertama datang ke sini,” kata eks pemain Las Palmas dan Tenerife itu.

Kontribusi Del Pino terhadap performa PERSIB memang tidak bisa dipandang sebelah mata. Dengan visi bermain yang tajam, distribusi bola yang akurat, serta naluri menyerang yang tinggi, ia menjadi poros penting dalam skema permainan yang diusung pelatih Bojan Hodak. Musim ini, Del Pino tercatat telah mencetak 9 gol dan mencatatkan 12 assist dalam 30 laga.

Namun bagi Del Pino, angka-angka statistik itu hanyalah konsekuensi dari kerja keras dan sinergi tim. Ia lebih menekankan pentingnya peran kolektif dalam mencapai kemenangan.

“Yang terpenting bagi saya adalah selalu membantu tim memenangkan pertandingan, entah itu lewat gol, assist, atau kontribusi lain yang tidak terlihat. Itu bagian dari tanggung jawab saya sebagai profesional,” ujarnya.

Sikap serupa juga diungkapkan oleh rekan setimnya, Mateo Kocijan. Gelandang bertahan asal Kroasia itu memastikan bahwa para pemain PERSIB tetap menjaga semangat dan fokus meski status juara sudah dikunci.

“Masih ada dua pertandingan tersisa, dan kami akan menyelesaikan musim ini dengan penuh semangat. Gelar juara bukan alasan untuk bersantai. Kami ingin menutup kompetisi ini dengan kemenangan dan menunjukkan bahwa kami layak disebut sebagai tim terbaik,” tegas Kocijan.

PERSIB dijadwalkan menghadapi Persita Tangerang pada Jumat (16/5/2025) di Indomilk Arena, sebelum menutup musim dengan menjamu Persis Solo di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (24/5/2025). Pelatih Bojan Hodak juga telah menegaskan bahwa ia tidak akan mengendurkan intensitas latihan dan rotasi pemain tetap dilakukan secara cermat.

Kepastian PERSIB meraih gelar juara Liga 1 musim ini disambut euforia publik Bandung yang telah menanti selama lebih dari satu dekade. Namun di balik atmosfer perayaan, Del Pino dan rekan-rekannya memilih untuk tetap membumi.

“Satu gelar ini adalah awal. Masih banyak yang bisa kami raih bersama,” kata Del Pino menutup pembicaraan. (red)

Editor : Redaksi