PERSIB Sambut Wacana Penambahan Kuota Pemain Asing Liga 1
MERAHPUTIH I BANDUNG – Wacana penambahan kuota pemain asing dalam kompetisi Liga 1 musim 2025/2026 memunculkan beragam respons dari klub-klub peserta. Salah satu klub yang secara terbuka menyatakan dukungan terhadap rencana tersebut adalah PERSIB Bandung. Klub asal Jawa Barat itu menilai wacana yang diusulkan oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB) tersebut merupakan langkah progresif dalam mendongkrak kualitas kompetisi dan mendorong profesionalisme di level klub.
Dalam dokumen proposal yang kini tengah digodok, PT LIB mengusulkan agar setiap klub Liga 1 dapat mendaftarkan hingga 11 pemain asing. Delapan pemain diperkenankan turun secara bersamaan di lapangan, sementara tiga lainnya dapat berada di bangku cadangan dan dimasukkan sesuai kebutuhan permainan. Jika wacana ini disetujui, maka akan menjadi rekor tertinggi dalam sejarah regulasi pemain asing di kompetisi domestik Indonesia.
Menanggapi hal itu, Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menegaskan bahwa PERSIB mendukung penuh langkah operator liga dan PSSI sebagai regulator kompetisi. Dalam pandangan manajemen, penambahan kuota ini tidak hanya akan meningkatkan intensitas persaingan, tetapi juga memberi klub ruang lebih besar dalam menyusun strategi serta komposisi skuad yang kompetitif.
"Kami dari PERSIB menghormati dan mendukung penuh setiap langkah yang diambil oleh LIB maupun PSSI. Sebagai klub profesional, kami selalu berkomitmen untuk menyesuaikan diri terhadap setiap regulasi resmi yang ditetapkan demi kemajuan bersama," ujar Adhitia, Jumat (17/5/2025).
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa setiap kebijakan yang dirumuskan oleh pemangku kepentingan kompetisi diyakini telah melalui proses kajian strategis. Aspek peningkatan kualitas permainan, daya saing klub di kancah Asia, serta pengembangan industri sepak bola nasional dinilai menjadi fondasi utama dari perubahan aturan tersebut.
"Dinamika semacam ini adalah bagian dari proses modernisasi dan profesionalisasi sepak bola Indonesia. Kami menyambutnya sebagai tantangan sekaligus peluang untuk tumbuh lebih kuat," tambah Adhitia.
Di tengah tren globalisasi sepak bola, klub-klub Asia semakin aktif dalam merekrut pemain asing guna memperkuat daya saing mereka di level regional. Beberapa negara tetangga seperti Jepang, Korea Selatan, hingga Thailand telah lama mengadopsi kebijakan kuota pemain asing yang lebih longgar. Oleh karena itu, langkah Indonesia untuk mempertimbangkan peningkatan kuota juga dianggap sejalan dengan semangat mengejar ketertinggalan dan memperluas daya jangkau liga ke pasar internasional.
PERSIB melihat peluang itu sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan performa tim, baik di dalam negeri maupun dalam ajang kontinental. Klub berjuluk Maung Bandung ini juga menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga keseimbangan antara kekuatan pemain asing dan pengembangan talenta lokal.
"Kami akan terus mempersiapkan diri secara optimal. Adaptasi terhadap regulasi baru menjadi bagian dari upaya kami untuk berkontribusi positif terhadap sepak bola nasional," tutup Adhitia.
Meski mendapatkan respons positif dari klub-klub besar, wacana penambahan kuota pemain asing ini tak lepas dari perdebatan. Sejumlah pihak mengingatkan bahwa peningkatan kuota bisa berdampak pada berkurangnya jam terbang pemain lokal, terutama mereka yang tengah dalam masa pembinaan. Namun bagi klub seperti PERSIB, hal tersebut justru menjadi pemacu untuk membangun sistem pembinaan yang lebih baik dan kompetitif.
Jika diterapkan dengan perencanaan matang, kebijakan ini diharapkan menjadi momentum baru untuk mengangkat pamor Liga 1, baik dari segi kualitas permainan, daya tarik pasar, hingga kesempatan untuk menampilkan wajah Indonesia dalam kompetisi sepak bola Asia yang semakin kompetitif. (red)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih