Indonesia Tembus Putaran Empat: Satu-satunya Wakil Non-Arab di Jalur Terjal Piala Dunia 2026
MERAHPUTIH I JAKARTA — Tim nasional Indonesia mencatatkan sejarah dengan melangkah ke putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Kemenangan tipis 1-0 atas China, lewat gol penalti Ole Romeny di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (5/6) malam, memastikan satu tempat bagi "Garuda" di fase lanjutan kualifikasi.
Meski peluang lolos langsung ke Piala Dunia tertutup setelah Australia menundukkan Jepang 1-0, posisi Indonesia tetap aman di empat besar Grup A. Hal ini membuat tim asuhan Patrick Kluivert berhak mengikuti babak penentu yang akan berlangsung Oktober 2025 mendatang.
“Ini hasil kerja keras seluruh tim. Kami tidak bermain sempurna, tapi kami tampil efektif dan disiplin. Kami terus melangkah,” ujar Kluivert, pelatih asal Belanda, usai pertandingan.
Putaran keempat akan menjadi tantangan baru bagi Indonesia. Tak ada lagi laga kandang atau tandang. Enam tim dari peringkat ketiga dan keempat putaran ketiga akan diundi ke dalam dua grup berisi masing-masing tiga tim. Setiap tim hanya akan bermain dua kali. Juara grup otomatis melaju ke Piala Dunia 2026, sementara peringkat kedua menuju play-off antarkonfederasi. Tim terbawah gugur.
Dengan demikian, laga-laga di putaran ini akan menjadi duel hidup-mati. Jadwal pertandingan telah ditetapkan AFC pada 8, 11, dan 14 Oktober 2025. Lokasi pertandingan akan ditentukan kemudian.
Sejauh ini, sejumlah negara yang hampir pasti akan menjadi lawan Indonesia berasal dari kawasan Timur Tengah: Uni Emirat Arab, Qatar, Arab Saudi, serta tiga tim dari Grup B yang masih bersaing, yaitu Irak, Oman, dan Palestina. Indonesia akan menjadi satu-satunya wakil dari Asia Tenggara sekaligus dari luar jazirah Arab.
Masuk ke fase ini merupakan capaian bersejarah bagi sepak bola Indonesia. Namun, tantangan besar menanti. Kualitas dan pengalaman lawan-lawan yang akan dihadapi sangat tinggi. Kluivert pun menyadari perlunya persiapan ekstra untuk menghadapi fase krusial ini.
“Waktu persiapan yang cukup menjadi penting. Kami harus bekerja lebih keras, lebih cermat dalam membaca karakter lawan,” ujarnya.
PSSI juga diharapkan segera menyusun strategi jangka menengah untuk mendukung program pemusatan latihan, termasuk kemungkinan menggelar uji coba internasional sebelum Oktober.
Indonesia kini tinggal selangkah lagi dari impian tampil di putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah sepak bola modernnya. Namun, langkah itu berada di jalur paling curam yang pernah dihadapi tim "Merah Putih". (red)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih