Gema Sholawat Menyatu di Surabaya, Doa Bersama untuk Kota yang Rukun dan Penuh Berkah
MERAHPUTIH I SURABAYA — Gema sholawat menggema dari Surabaya Expo Center (SBEC) di Jalan Kusuma Bangsa, Kamis (12/6/2025) malam. Ribuan warga dari berbagai penjuru daerah memadati area tersebut dalam balutan pakaian putih, larut dalam suasana religius pada acara “Surabaya Bersholawat” bersama Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf.
Rangkaian acara yang merupakan bagian dari peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-732 itu menjadi momentum spiritual yang menyatukan warga dalam doa dan harapan bagi kemajuan Kota Pahlawan. Dimulai sejak sore hari, kegiatan diawali dengan Khotmil Qur'an dan Hadrah oleh Majelis Ar-Rohimin. Puncaknya berlangsung pada malam hari, saat ribuan suara bersatu dalam lantunan pujian kepada Nabi Muhammad SAW.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang hadir dalam kesempatan itu menegaskan bahwa kekuatan utama Surabaya terletak pada nilai-nilai persatuan dan akhlakul karimah. Ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan saling menyayangi sesama warga kota.
"Dengan sholawat, kita bermunajat kepada Gusti Allah agar Surabaya menjadi kota yang selalu diberkahi, kota yang rukun dan damai," ujar Eri.
Ia juga berharap agar Surabaya menjadi baldatun toyyibatun warabbun ghafur—sebuah kota yang baik dan dipenuhi ampunan Tuhan. “Insya Allah, Surabaya akan tumbuh menjadi kota yang semakin makmur dan penuh keberkahan,” tambahnya.
Dalam acara tersebut, syair-syair sholawat yang telah akrab di telinga umat pun dilantunkan secara bersama-sama, mulai dari “Padang Bulan”, “Assalamualaik”, “Ya Nabi Salam Alaika”, hingga “Ya Hanana”. Atmosfer kebersamaan dan spiritualitas terasa menyelimuti malam di Surabaya itu.
Tak hanya lantunan sholawat, masyarakat juga disuguhkan tausiyah oleh ulama kharismatik asal Tangerang, Al Habib Jindan bin Novel bin Jindan. Dalam ceramahnya, Habib Jindan mengingatkan pentingnya menjaga ukhuwah dan menjauhi permusuhan.
"Jangan sampai kita berkumpul hanya untuk saling mencela atau menebar kebencian. Kita ini satu umat, yang semestinya saling menyayangi dan mendukung dalam kebaikan,” tuturnya.
Habib Jindan menekankan kembali pesan Rasulullah SAW bahwa Islam hadir sebagai rahmat bagi seluruh alam. Karena itu, setiap insan harus memperlakukan sesamanya dengan kasih sayang, tanpa memandang latar belakang, suku, atau bangsa.
"Sayangilah mereka yang ada di bumi, maka yang di langit akan menyayangi kalian,” ucapnya, menutup tausiyah dengan pesan moral yang dalam.
Surabaya Bersholawat bukan sekadar ritual keagamaan. Di tengah hingar-bingar modernitas kota, acara ini menjadi ruang kontemplasi kolektif, mengingatkan kembali jati diri kota yang tumbuh dari keberagaman dan semangat gotong royong.(red)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih