Prof Madyan Resmi Jabat Rektor Baru UNAIR, Bawa Misi Kampus Berdampak Global
MERAHPUTIH I SURABAYA — Prof. Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si. resmi menjabat sebagai Rektor Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya periode 2025–2030. Pelantikan digelar Selasa (17/6) di Aula Garuda Mukti, Kampus MERR C. Ia menggantikan Prof. Dr. Mohammad Nasih yang telah menuntaskan dua periode kepemimpinan sejak 2015.
Pelantikan ini menandai tonggak baru bagi UNAIR. Prof. Madyan menjadi rektor ke-14, membawa visi besar: menjadikan UNAIR kampus berdampak, unggul secara global, dan adaptif terhadap tantangan zaman.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang hadir langsung dalam pelantikan menyampaikan optimisme atas kepemimpinan baru ini. “Kami yakin UNAIR di bawah kepemimpinan Prof. Madyan akan terus berlari cepat, berkontribusi nyata, dan memperkuat peran sebagai rumah intelektual,” ujar Khofifah.
Menurutnya, UNAIR sebagai perguruan tinggi berperingkat 308 dunia versi QS WUR 2025 punya tanggung jawab besar dalam menjawab tantangan bangsa. “Kampus tak bisa hanya berdiri di menara gading. Tri Dharma harus menjelma solusi. Pemerintah perlu mitra seperti UNAIR,” tegasnya.
Ucapan selamat juga datang dari Ketua Majelis Wali Amanat UNAIR, Prof. Dr. H. Sunarto, S.H., M.H. Ia menekankan pentingnya peran rektor sebagai pemimpin strategis yang mampu menjembatani nilai akademik dan tata kelola institusi modern.
Prof. Madyan sendiri mengakui tantangan ke depan tidak ringan. Selain menjaga kualitas akademik, UNAIR harus menjawab isu-isu besar, seperti pengangguran muda yang mencapai 13,3 persen pada 2023. "Kami berkomitmen melahirkan lulusan yang kompeten, relevan dengan industri, dan siap menciptakan lapangan kerja," ujarnya.
Ia juga menegaskan kesiapannya mendukung Asta Cita Presiden, dengan menjadikan UNAIR sebagai kampus yang memberi dampak luas bagi masyarakat dan pembangunan nasional.
Sementara itu, Gubernur Khofifah turut menyampaikan apresiasi mendalam kepada Prof. Nasih atas dua periode kepemimpinan yang dinilai penuh dedikasi dan capaian gemilang. “Terima kasih Prof. Nasih. Jejak prestasi Anda akan terus dikenang sebagai pondasi penting UNAIR menuju puncak global,” tutupnya. (red)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih