Aksi Sopir Truk di Depan Kantor Gubernur Jawa Timur Berakhir Tengan Malam
MERAHPUTIH I SURABAYA — Lalu lintas di Jalan Pahlawan, Surabaya, kembali normal pada Jumat (20/6/2025) pagi setelah sempat lumpuh akibat aksi unjuk rasa sopir truk yang menolak penegakan kebijakan Zero Over Dimension Over Load (ODOL). Massa aksi membubarkan diri secara tertib setelah tercapai kesepakatan dengan pihak kepolisian.
Sehari sebelumnya, Kamis (19/6), ratusan sopir truk yang tergabung dalam Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) memarkirkan kendaraan mereka secara berjajar di sepanjang jalan depan Kantor Gubernur Jawa Timur. Aksi itu menyebabkan arus lalu lintas dari arah Jalan Indrapura dan Jalan Gemblongan terputus. Sejumlah kendaraan umum dan pribadi harus memutar arah.
Suasana kawasan pemerintahan tersebut sempat dipenuhi suara mesin truk yang masih menyala dan dentuman musik dari pengeras suara yang dipasang para demonstran. Getaran dari volume suara membuat kaca-kaca gedung sekitar bergetar.
Namun, suasana yang sempat tegang itu mulai reda pada dini hari. Ketua GSJT, Angga Firdiansyah, mengatakan bahwa massa aksi memilih membubarkan diri pukul 00.30 WIB setelah adanya kesepakatan dengan kepolisian. “Sudah bubar. Tidak ada aksi lagi karena permintaan sudah dikabulkan,” ujar Angga saat dikonfirmasi, Jumat pagi.
Kesepakatan yang dicapai dalam audiensi antara perwakilan sopir, Dinas Perhubungan Jawa Timur, dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) antara lain adalah penghapusan praktik pemberhentian langsung kendaraan di jalan raya dalam rangka sosialisasi ODOL. Sebagai gantinya, edukasi akan difokuskan kepada perusahaan operator truk.
“Kesepakatan tahun 2022 dan 2024 tetap dipertahankan. Tidak ada lagi pemberhentian di jalan. Penindakan juga untuk saat ini belum diberlakukan,” ujar Angga.
Sebelumnya, aksi yang berlangsung sejak Kamis sore itu sempat tidak menemui titik temu. Permintaan sopir agar pemerintah menunda penerapan penindakan terhadap kendaraan ODOL tidak disetujui pihak kepolisian. Ketidaksepahaman inilah yang mendorong para sopir memutuskan untuk bertahan semalaman. (red)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih