Hehanussa Bersaudara, Kisah Kakak-Adik yang Kini Bersatu di PERSIB
MERAHPUTIH I BANDUNG – Di balik deru kompetisi Liga 1 musim 2025/2026, terselip sebuah cerita yang tak sekadar tentang strategi lapangan atau perburuan gelar juara. Ada kisah keluarga, ikatan darah, dan perjalanan karier yang akhirnya bertemu dalam satu titik: Muhammad Rezaldi Hehanussa dan Al Hamra Hehanussa kini resmi bermain bersama di klub kebanggaan Jawa Barat, PERSIB Bandung.
Kabar ini diumumkan secara resmi oleh manajemen PERSIB pada Minggu, 22 Juni 2025. Hamra, bek muda yang musim lalu tampil konsisten bersama Persik Kediri, digaet untuk memperkuat lini pertahanan Maung Bandung. Perekrutan ini bukan hanya mempertebal opsi taktik bagi pelatih, tetapi juga menghidupkan kembali tradisi kakak-adik di tubuh PERSIB, yang terakhir terlihat pada duet Gian Zola dan Beckham Putra Nugraha di musim 2019.
Bagi Rezaldi, yang lebih dulu bergabung dengan PERSIB sejak musim 2023/24 dan dikenal publik dengan sapaan "Bule", momen ini memiliki makna emosional tersendiri. "Rasanya cukup campur aduk juga. Tapi yang pasti ada senang dan bangga, kami bisa satu tim lagi, bermain untuk PERSIB. Semoga ini menjadi berkah untuk Hamra dan PERSIB juga," ujar mantan pemain Persija Jakarta itu.
Hamra, adik kandung Rezaldi, bukan pemain sembarangan. Selama memperkuat Persik Kediri sejak 2022, ia mencatatkan 68 penampilan, menyumbang lima gol dan tiga assist dari sektor belakang. Ketangguhannya dalam bertahan dan kemampuan membangun serangan dari lini belakang menjadikannya incaran banyak klub, namun PERSIB akhirnya menjadi pelabuhan baru dalam perjalanan kariernya dan yang lebih penting, mempertemukannya kembali dengan sang kakak di level profesional.
Kisah kakak-adik di tubuh PERSIB bukan hal baru. Dalam sejarah panjang klub yang berdiri sejak 1933 itu, tercatat beberapa pasangan bersaudara pernah menghiasi skuad, seperti Yadi Mulyadi dan Dudi Sobandi di era awal 90-an, Robby Darwis dan Roy Darwis yang sempat menjadi andalan pertahanan Maung Bandung antara 1993 hingga 1997, serta Budiman dan Deden Suparhan pada musim 2002.
Kini, nama Hehanussa menjadi tambahan baru dalam deretan kakak-beradik yang pernah mengabdi untuk panji biru. Sebuah simbol regenerasi dan warisan keluarga dalam tubuh klub yang terus meniti jalan menuju kejayaan.
PERSIB sendiri tengah menata ulang komposisi tim menyambut Liga 1 musim baru. Dengan kehadiran Hamra, pelatih kepala kini memiliki opsi tambahan yang solid dan adaptif di lini belakang. Lebih dari itu, adanya dua pemain yang sudah saling memahami sejak kecil bisa menjadi keuntungan tersendiri di tengah tuntutan permainan yang semakin cepat dan kompetitif.
Di tengah euforia suporter yang menyambut kabar ini dengan penuh antusiasme, tak sedikit pula yang berharap Hehanussa bersaudara dapat memberikan dampak nyata di lapangan. Tidak sekadar menjadi cerita manis tentang ikatan darah, tetapi menjadi motor penggerak semangat dan loyalitas dalam balutan warna biru kebanggaan.
PERSIB bukan hanya sekadar klub bagi Rezaldi dan Hamra. Kini, klub ini adalah panggung tempat mereka membuktikan bahwa hubungan keluarga pun bisa menjadi kekuatan besar dalam sepak bola profesional. Dan bagi para bobotoh, ini bukan hanya tentang siapa mencetak gol atau menyapu bola terakhir ini tentang menyaksikan kisah keluarga yang menyatu dalam cinta yang sama: PERSIB. (red)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih