Jatim Siap Jadi Lokomotif Swasembada Gula Nasional
MERAHPUTIH I BANYUWANGI — Gubernur Jawa Timur Khofifah mendampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka saat panen dan tanam tebu di Kebun Jolondoro, Banyuwangi, Senin (23/6). Didampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, kegiatan ini menjadi simbol keberlanjutan produksi gula dan kesiapan Jatim menopang swasembada pangan nasional.
“Jatim siap menjadi pusat swasembada gula. Dengan produktivitas tinggi dan semangat kolaborasi, kami optimistis bisa menjawab tantangan kebutuhan nasional,” kata Khofifah.
Jolondoro, dengan lahan 405 hektare dan target produktivitas 106 ton per hektare, menanam varietas tebu unggulan BL dan HMW. Produksi tebu Jatim pada 2024 mencapai 16,69 juta ton, menghasilkan lebih dari 1,27 juta ton gula kristal putih, menyumbang hampir 52 persen dari total produksi nasional.
Jatim juga mencatat surplus gula sebesar 997 ribu ton, jauh di atas kebutuhan domestik 281 ribu ton. Pada 2025, luas panen diproyeksikan naik menjadi 252 ribu hektare dengan target produksi 1,45 juta ton gula, seiring peningkatan rendemen menjadi 7,76 persen.
“Dengan potensi ini, swasembada gula bukan sekadar wacana. Ini realistis dimulai dari Jatim,” tegas Khofifah.
Wapres Gibran menekankan pentingnya percepatan mekanisasi pertanian. "Semua kendala lapangan harus segera dituntaskan. Target kita 2026, Indonesia swasembada pangan," ujarnya.
Demi mendorong produktivitas, Pemprov Jatim meluncurkan KUR Khusus Kluster Petani Tebu dengan bunga 6 persen melalui Bank Jatim, mendukung peremajaan kebun dan peningkatan rendemen. Hilirisasi juga digenjot, dengan fokus pada bioetanol sebagai bentuk kontribusi menuju transisi energi bersih.
“Petani tebu harus naik kelas. Mereka bukan hanya produsen bahan baku, tapi pelaku utama ekonomi hijau,” ujar Khofifah.
Acara juga dirangkai dengan penyerahan bantuan, mulai dari pompa air, benih tebu, hingga akses KUR melalui platform Etera. Sinergi antara pusat, daerah, dan petani menjadi kunci dalam mencapai kedaulatan pangan Indonesia. (red)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih