Velma Felicia, Putri Surabaya yang Menari di Atas Es dan Raih Tiga Medali di Malaysia
MERAHPUTIH I SURABAYA — Di tengah dinginnya udara arena Piramid Ice Malaysia, seorang atlet belia asal Surabaya berhasil menghangatkan suasana lewat tarian indahnya di atas es. Velma Felicia Romania Naibaho, siswi kelas 3 dari Sekolah Vita Surabaya, tampil memukau dan berhasil membawa pulang tiga medali dalam ajang International Competition Anniversary and Skate Malaysia 2025, yang berlangsung pada 25–29 Juni 2025.
Kompetisi ini merupakan seri ketiga dari ISIAsia Championship 2025, sebuah ajang bergengsi yang mempertemukan para peseluncur es muda terbaik dari berbagai negara di Asia Tenggara dan dunia. Tahun ini, kejuaraan diikuti oleh atlet-atlet dari Malaysia, Thailand, Filipina, Tiongkok, Singapura, Indonesia, hingga Amerika Serikat.
Dari lintasan es yang membentang di arena internasional itu, Velma tampil penuh percaya diri dalam tiga kategori untuk kelompok usia 7–9 tahun. Ia sukses meraih dua medali emas, masing-masing di nomor Technical Alpha dan Light Entertainment Alpha, serta satu medali perunggu dari nomor Solo Comp Alpha.
“Saya bangga bisa menjadi juara dan mendapat tiga medali. Semoga bisa menjadi juara pada kejuaraan-kejuaraan berikutnya. Terima kasih kepada papa dan mama yang sudah mendukung Velma,” ujar Velma dengan mata berbinar usai pengalungan medali.
Putri dari pasangan Viter Naibaho dan Sondang Siahaan ini memang telah menunjukkan semangat kompetitif sejak usia dini. Meski tinggal di Surabaya, kota yang belum memiliki banyak fasilitas ice skating sekelas negara-negara tetangga, semangat Velma tak pernah surut. Ia rutin berlatih dan menjalani pembinaan secara intensif, memanfaatkan setiap kesempatan untuk memperdalam teknik dan seni dalam olahraga figure skating.
“Velma sangat gigih, bahkan saat latihan pun dia menunjukkan semangat yang luar biasa. Kami sebagai orangtua hanya bisa mendukung penuh apa yang menjadi minat dan bakatnya,” ujar sang ibu, Sondang Siahaan.
Ajang Skate Malaysia bukan hanya menjadi pembuktian atas kemampuan teknis, tetapi juga unjuk kreativitas. Dalam kategori Light Entertainment Alpha, Velma harus menampilkan gerakan yang tak hanya presisi, tetapi juga mampu menghibur dan memikat hati juri. Kemampuan menggabungkan seni dan olahraga inilah yang membuat cabang ice skating semakin diminati di kalangan anak muda Asia.
Prestasi Velma menjadi catatan manis bagi dunia olahraga Tanah Air, khususnya dalam cabang ice skating yang masih relatif baru dikenal luas di Indonesia. Dengan usia yang masih sangat muda, Velma membawa harapan baru bahwa anak-anak Indonesia memiliki potensi besar di pentas olahraga internasional, termasuk pada cabang-cabang yang belum populer.
Velma kini kembali ke bangku sekolah, menyelesaikan tugas-tugasnya sebagai siswi kelas 3 SD, sambil tetap menjaga komitmennya untuk terus berlatih dan berkembang.
“Kami berharap, pemerintah maupun pihak swasta dapat lebih memberi perhatian pada bakat-bakat muda seperti Velma. Mereka ini adalah aset masa depan Indonesia di dunia olahraga,” kata ayahnya, Viter Naibaho.
Dalam usia yang masih belia, Velma telah menunjukkan bahwa ketekunan, dukungan keluarga, dan semangat belajar bisa membawa seseorang menari indah di atas es dan lebih dari itu, mengharumkan nama bangsa.(DPR)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih