Dua Pekan Mendatang, Masa Kritis Putus Mata Rantai Corona

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo, sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Bencana Covid-19.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo, sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Bencana Covid-19.

MERAH PUTIH | Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo, sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Bencana Covid-19 menyebut, dalam kurun waktu dua pekan mendatang adalah masa-masa krusial memutus penyebaran corona virus disease (Covid-19).

“Ini adalah waktu krusial buat kita. Menjelang Lebaran dan akhir Lebaran yang akan datang, sekali lagi, adalah saat-saat kritis,” cetus Doni, Kamis (21/5).

Oleh sebab itu, sambung Doni, jika semua kalangan berniat memutus mata rantai virus mematikan ini dan segera beralih ke kehidupan new normal, maka dua minggu mendatang merupakan masa terbaik demi mengakselerasi pemutusan rantai penularan. Untuk menuju ke sana, diperlukan kesadaran dari kalangan rakyat untuk patuh terhadap protokol Covid-19.

Doni sendiri mengaku telah meminta kepada Kapolri untuk mengambil kebijakan tegas kepada semua pihak yang melanggar PSBB dan protokol Covid-19. Soalnya, menurut Doni, PSBB tidak mungkin dicabut lantaran tingkat kepatuhan rakyat yang masih rendah.

Dia menyontohkan, di berbagai belahan nusantara masih terpantau ada keramaian, masih sering kumpul-kumpul dan sering melakukan aktivitas yang sebenarnya bisa ditahan dulu atau bisa dihindari dulu.

"PSBB yang masih berlaku saja masyarakat juga masih belum begitu banyak yang mematuhi, masih ada yang nekat, ramai bagaimana tugas-tugas kita semua untuk bisa menjamin bahwa tidak akan ada gelombang kedua,” ungkap Doni. (rga)

Editor : Tukiman Sarmijan