Pembinaan dan Prestasi Jadi Fokus Muaythai di Porprov Jatim IX 2025

Cabang olahraga Muaythai resmi bergulir di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX/2025. Bertempat di Islamic Center Kota Malang
Cabang olahraga Muaythai resmi bergulir di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX/2025. Bertempat di Islamic Center Kota Malang

MERAHPUTIH I KOTA MALANG — Cabang olahraga Muaythai resmi bergulir di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX/2025. Bertempat di Islamic Center Kota Malang, pertandingan dimulai sejak Selasa (1/7) dan akan berlangsung hingga Jumat (5/7), dengan melibatkan hampir tiga ratus dari seluruh penjuru Jawa Timur.

Sebanyak 298 atlet dari 34 pengurus cabang kabupaten/kota (pengcab) ikut ambil bagian dalam kejuaraan ini. Mereka akan bertarung dalam 24 nomor pertandingan, mempertaruhkan kebanggaan daerah dan peluang lolos ke tingkat nasional. Meski demikian, masih terdapat empat kabupaten di Jawa Timur yang belum memiliki pengcab Muaythai, yakni Situbondo, Bondowoso, Trenggalek, dan Pacitan.

Pembukaan pertandingan secara resmi dilakukan oleh Wakil Ketua Umum III Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI), Opnil Untung. Dalam sambutannya, Opnil menyampaikan apresiasi tinggi atas penyelenggaraan cabang olahraga Muaythai di Porprov kali ini.

“Tentunya ini sangat luar biasa. Makanya PB Muaythai Indonesia sangat memberikan apresiasi. Saya datang langsung karena saya melihat perkembangan Muaythai di Jawa Timur cukup signifikan,” ujarnya.

Menurut Opnil, pencapaian atlet-atlet Jatim di level internasional menjadi bukti kemajuan tersebut. “Apalagi, atlet Jawa Timur berhasil meraih emas di ASEAN Muaythai Championship yang diikuti oleh 40 negara,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa Porprov tak hanya menjadi ajang kompetisi daerah, melainkan juga bagian penting dalam proses penjaringan atlet menuju PON dan ajang internasional lainnya.

“Kita berharap PBMI Jawa Timur sudah mulai melakukan pendataan hasil Porprov ini. Dari sini akan muncul talenta-talenta muda yang bisa dipersiapkan untuk even seperti Youth Muaythai Championship maupun event Champion tahun ini,” kata Opnil.

Sementara itu, Ketua Umum Pengprov Muaythai Indonesia Jawa Timur, Baso Juherman, menggarisbawahi pentingnya menjunjung tinggi sportivitas dan profesionalitas dalam penyelenggaraan pertandingan.

“Untuk cabor Muaythai, wasit dan juri sudah saya pesan agar tidak seperti cabor-cabor lain yang ribut-ribut itu. Ini ajang pembinaan, bukan tempat menciptakan polemik,” tegasnya.

Baso menambahkan bahwa Porprov merupakan titik awal untuk mempersiapkan atlet ke PON. Ia menyebut bahwa sejumlah atlet yang kini berlaga di PON pun merupakan hasil seleksi dari Porprov sebelumnya.

“Mudah-mudahan dari Porprov tahun ini kita bisa mendapatkan bibit atlet yang berkualitas dan siap kita bawa ke PON. Ini bagian dari siklus pembinaan jangka panjang,” katanya.

Kontingen Surabaya yang menjadi juara umum cabor muaythai pada Porprov sebelumnya dipastikan akan mendapatkan perlawanan dari daerah lain, seperti tuan rumah Kota Malang maupun Kabupaten Blitar.

"Ada beberapa daerah yang menunjukkan peningkatan prestasi seperti Malang dan Blitar. Persaingan akan lebih ketat karena atlet peraih medali PON juga tidak diperbolehkan tampil. Kekuatan tiap kontingen akan merata," ujar Baso.

Sebagai cabang olahraga yang relatif muda di peta olahraga prestasi nasional, Muaythai menunjukkan pertumbuhan yang cukup menjanjikan di Jawa Timur. Konsistensi dalam penyelenggaraan event, sistem pembinaan, serta sinergi antara pengurus daerah dan pusat menjadi kunci dalam membangun fondasi yang kokoh.

Porprov bukan sekadar soal medali. Di atas ring, lebih dari sekadar pukulan dan tendangan, terselip mimpi dan kerja keras atlet-atlet muda yang ingin mengharumkan nama daerah dan suatu hari, nama Indonesia. (dpr)

Editor : Redaksi