Gedung Sekolah Rakyat di Pasuruan Siap Dioperasikan, Gubernur Khofifah Tinjau Langsung Kesiapannya

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

MERAHPUTIH I PASURUAN — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa gedung Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Pasuruan telah memenuhi standar kelayakan dan siap dioperasikan. Pernyataan itu disampaikan Khofifah saat meninjau langsung progres renovasi gedung eks Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan yang dialihfungsikan sebagai fasilitas utama pendidikan tersebut, Rabu (2/7/2025).

“Gedung SR di Kabupaten Pasuruan ini masuk dalam kategori tipe IA. Saat ini kondisinya sangat layak dan sesuai standar. Kita tinggal menambahkan satu fasilitas penting, yaitu kolam renang, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto,” kata Khofifah.

Menurutnya, lahan di sisi kiri gedung cukup memadai untuk pembangunan kolam renang sebagaimana yang ditetapkan dalam rancangan standar Sekolah Rakyat nasional. Fasilitas tersebut ditujukan untuk mendukung pendidikan holistik yang menggabungkan kecakapan akademik dan kebugaran jasmani.

Dalam kesempatan itu, Khofifah juga menyampaikan bahwa ada 19 titik SR tipe IA di Jawa Timur yang siap beroperasi mulai 14 Juli 2025 mendatang. Semua titik tersebut, menurutnya, telah melalui proses penilaian ketat untuk memastikan kesesuaian dengan kriteria bangunan pendidikan yang ditetapkan pemerintah pusat.

“Renovasi di Pasuruan ini sudah mencapai sekitar 92 persen. Fasilitas inti seperti ruang kelas, asrama, dapur, dan laboratorium sudah lengkap. Kasur-kasur di asrama pun sudah tersedia, tinggal beberapa peralatan pendukung yang masih dalam proses pengiriman,” ujarnya.

Khofifah pun memberikan apresiasi kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Pasuruan atas upaya dan komitmennya dalam menyiapkan sarana dan prasarana SR. Ia secara khusus menyoroti pembagian ruang asrama antara siswa laki-laki dan perempuan yang menurutnya telah dirancang dengan mempertimbangkan kenyamanan serta keamanan.

“Ini adalah upaya kolektif kita untuk memastikan bahwa anak-anak dari keluarga kurang mampu bisa mengakses pendidikan berkualitas dan berkarakter. Saya sangat mengapresiasi kerja keras dari semua pihak, khususnya Pemkab Pasuruan,” imbuhnya.

Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan salah satu inisiatif strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan pendidikan gratis dan berkualitas kepada anak-anak dari keluarga tidak mampu, khususnya yang masuk dalam kategori Desil 1 dan Desil 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Mereka adalah kelompok masyarakat miskin dan sangat miskin yang diprioritaskan mendapat akses pendidikan melalui skema afirmatif ini.

Di Kabupaten Pasuruan, SR akan mulai dengan membuka tiga rombongan belajar (rombel), masing-masing berisi maksimal 25 siswa, sehingga total kapasitas tahap awal mencapai 75 siswa. Seleksi penerimaan dilakukan secara ketat dan bertahap, diawali dengan verifikasi status ekonomi calon siswa. Proses ini dilakukan oleh Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan yang juga menggandeng para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

Setelah verifikasi ekonomi, para calon siswa akan mengikuti tes akademik untuk memastikan kesiapan mereka mengikuti pendidikan di SR. Khofifah berharap model pendidikan di Sekolah Rakyat tidak hanya akan membekali siswa dengan ilmu pengetahuan, namun juga membentuk karakter, nilai-nilai kebangsaan, serta keterampilan hidup yang dibutuhkan untuk masa depan.

“Kita ingin anak-anak ini tumbuh menjadi generasi yang tangguh, cerdas, dan berdaya saing. Pendidikan adalah jembatan emas menuju masa depan yang lebih baik,” pungkas Khofifah.(red)

Editor : Redaksi