SMD Instalatir Nakal Pencabut Tiang Listrik Akui Perbuatannya
MERAHPUTIH | SIDOARJO - Dugaan kasus pencurian tiang listrik di Kabupaten Sidoarjo terungkap. Aksi diaktori SMD alias RGL alias MJ (63), warga Desa Ganggang Panjang, Kecamatan Tanggulangin. Dalam aksinya mengatasnamakan pegawai dari Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Terungkapnya kasus ini bermula dari laporan warga di sejumlah wilayah. Penuturan warga, SMD pernah dipergoki "bersih-bersih" tiang listrik menggunakan mobil pick up bertuliskan PLN Jawa Timur.
Janggalnya, cara mencabut tiang listrik terkesan kasar. Termasuk ada beberapa tiang listrik yang digergaji paksa. Lelaki itu juga tampak arogan. Misalnya saat dia melakukan 'pembersihan' dua tiang listrik di gudang kertas di Desa Karang Tanjung, belum lama ini.
Saat pemilik gudang menanyakan kenapa tiang listrik digergaji paksa padahal pemilik dulunya membeli. SMD malah balik menanyakan bukti atau kwitansi pembelian dengan lontaran kalimat bernada intimidasi, sambil terus menggergaji tiang listrik. Modus ini dipastikan selalu diterapkan di sejumlah lokasi yang disatroni.
Penelusuran harianmerahputih.id, SMD bukan pegawai PLN (di ULP Porong), hanya instalatir. Dia bekerja sendiri tanpa ada legalitas, dan di luar struktural resmi kepegawaian PLN.
Seperti pernyataan Kepala PLN ULP Porong, Mifta. Ditemui di kantornya lelaki lulusan sarjana hukum itu tegas mengatakan SMD orang luar, bukan pegawai di ULP Porong.
"Kalau pegawai nggak mungkin. Ditangkap aja klu ada yg ambil," ucap Mifta.
"Bawa perintah kerja apa ndak. Kalau ada lokasinya besok biar dicek tiang siapa," ujar kepala cabang itu melalui pesan WhatsApp (WA).
Fakta ini jelas sebagai bukti penyimpangan, selama ini SMD sering mengenakan seragam, peralatan, dan identitas PLN. Termasuk mobil pick up warna hitam yang biasa dipakai keliling, berlogo PLN Jawa Timur.
Petualangan mencuri tiang listrik semakin gamblang. Saat ditemui, SMD mengakui 'kejahatan' itu. Dengan jurus mengelak, sambil mengatakan petualangan itu baru-baru ini saja dilakukan. Dia pun mengiyakan menjadi instalatir sejak masih bujangan.

Yang dilakukan SMD jelas-jelas merugikan negara, apalagi dengan sengaja. Keuntungannya pun masuk ke kantong pribadi. Dipastikan, akibat ulahnya negara dirugikan cukup besar, dugaannya itu sejak lama dilakukan.
Tiang listrik yang telah dicabut "diramut" di tukang las. Setelah bagus baik ukuran panjangnya dan juga sudah di cat bron, kemudian dijual kembali atau ke pemesan yang membutuhkan dan ditancapkan sesuai order pemesan.
Dikonfirmasi soal rangkaian aksinya, SMD sempat berkelit dan mengatakan lupa saat ditunjukkan gambar lokasi pencabutan dan pemasangan tiang listrik di sejumlah tempat. Sesekali juga mengatakan lupa dengan suara pelan berbahasa Jawa berlagak bloon. "Supe kulo, tengpundi niku (Lupa saya, dimana itu-red)," ucap SMD.
Namun, beberapa kalimat yang sempat terlontar membenarkan perbuatan menguntungkan diri sendiri itu memang dilakukan. "Ndak Mas, baru saja kok," katanya.
Terkait terkuaknya modus ini, masyarakat harus mewaspadai dan menjaga keamanan lingkungannya. Sebab, tidak menutup kemungkinan aksi serupa yang dilakukan SMD akan terjadi di wilayah lain, khususnya di Sidoarjo. (tji/gus)
Editor : Tudji Martudji
Harian Merah Putih